POLITIK
MINews - Jakarta : Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Indonesia telah memasuki bulan keempat. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan dua aspek menjadi pijakan penting pada peningkatan angka kesembuhan di Indonesia.
Pertama karena perawatan atau pelayanan rumah sakit (RS) kepada pasien lebih baik lagi. Ini disebabkan oleh beban layanan rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) memiliki rata-rata nasional sekitar 55,6 persen.
“Ini berarti sumber daya yang ada, seperti tenaga kesehatan, dapat memberikan layanan rawatan secara optimal kepada pasien. Kedua adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terkait Covid-19,” kata Yuri Kamis (2/7/2020).
Ia melihat bahwa masyarakat sudah semakin bagus merespon, kemudian untuk kelompok-kelompok yang memiliki komorbid (penyakit penyerta), sudah betul-betul menyadari bahwa harus dilindungi bersama. Sehingga yang kelompok ini yang memiliki penyakit komorbid ini relatif lebih sedikit.
Yuri mengatakan dari hal-hal tersebut menjadi penyebab mengapa angka kesembuhan meningkat terus. Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk segera mengakses layanan rawatan itu menjadi kunci dari kontribusi angka ini.
Angka kesembuhan hingga 44 persen merupakan capaian secara nasional. Angka tersebut dari akumulasi rata-rata dari keseluruhan provinsi di Indonesia. Yuri juga mengatakan ada lebih dari 13 Provinsi yang angka sembuhnya sudah di atas 70 persen.
Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Soroy Lardo menjelaskan masyarakat harus mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan konsep kewaspadaan tinggi.
Ini terkait dengan kemungkinan adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun pasien yang terinfeksi kembali. Jadi di masyarakat itu harus ditanamkan satu kultur perilaku baru.
“Biasa disebut dengan social-distancing, physical distancing, penggunaan masker, dan cuci tangan. Ini adalah suatu kondisi yang akan menentukan kultur baru kita mencegah tertularnya dengan Covid-19,” kata Soroy Lardo.