MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

POLITIK

02 Februari 2020,    23:38 WIB

Hadiri Perayaan Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, Menag Bicara Kerukunan dan Moderasi


dee maz

Hadiri Perayaan Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, Menag Bicara Kerukunan dan Moderasi
Menag Fachrul Razi saat sambutan pada perayaan Hari Raya Tahun baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, MATAKIN, di JCC, Senayan, Jakarta 

Jakarta – MINews : Menteri Agama Fachrul Razi bersama Ibu Anni Fachrul menghadiri Perayaan Hari Raya Tahun baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

Tampak hadir juga,  Menko Polhukam Mahfud MD, Gubernur DKI Anies Baswedan, Ketua Kehormatan MATAKIN Jimly Asshiddiqie, Menteri Agama kabinet kerja Lukman Hakim Saifuddin bersama Ibu Trisna Willy Lukman Hakim, Kanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab, para Dewan Rohaniwan dan tamu kehormatan, serta umat khonghucu se Indonesia.

“Kami senang berada ditrengah-tengah teman khonghucu. Banyak sudah yang dilakukan teman-teman khonghucu untuk bangsa ini,” kata Menag di JCC Senayan, Minggu (02/02).

Tema Imlek 2571 Kongzili adalah ‘Wibawa kebajikan menumbujkan takut-Hormat, Gemilang kebajikan menumbujkan kecerahan (Shu Jing V. XXVII : 7)'.

 

Peserta yang menghadiri Perayaan Hari Raya Tahun baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), di JCC, Senayan, Jakarta (foto: Daniel)

Menag mengatakan, Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda agar saling mengenal. Kalau ada orang memaknai perbedaan dengan tafsir lain, dia salah menafsirkan agama.

“Kewajiban kita bersama untuk mengajak bersama-sama kembali bahwa perbedaan itu tujuannya untuk saling kenal mengenal, bekerjasama dan membuat bangsa lebih baik,” tambah Menag.

Kementerian Agama terus mengembangkan moderasi beragama. Gerakan ini sebelumnya digaungkan pada masa pemerintahan kabinet kerja, oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin. Gerakan moderasi beragama ingin mengajak kelompok yang konservatif dan liberal untuk kembali ke titik tengah, moderat.

“Kelompok konservatif kita ajak berpikiran lebih luas, bisa mencontoh negera-negara di dunia yang terus maju. Saudi Arabia misalnya, yang sudah melangkah lebih jauh,” kata Menag bercerita sembari bercerita hasil kunjungannya ke Saudi.

“Jika ada yang berpandangan ajaran Islam itu sempit, dan seolah anti kepada non-muslim, berarti dia salah menafsirkan ajaran Islam,” sambungnya.

Menag menegaskan bahwa kerukunan di Indonesia sudah baik, dan bisa lebih baik lagi.

Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili Tingkat Nasional, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) !!!