MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

POLITIK

22 Februari 2026,    11:25 WIB

Bangli Kembangkan Desa Wisata Berbasis Hutan Adat, DPRD Dukung Konservasi dan Ekonomi Hijau


JroBudi

Bangli Kembangkan Desa Wisata Berbasis Hutan Adat, DPRD Dukung Konservasi dan Ekonomi Hijau

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten Bangli meresmikan pembangunan Hutan Adat “Giri Upawana” di Banjar Linjong, Desa Tiga, Kecamatan Susut, sebagai langkah strategis mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pengembangan desa wisata berbasis komunitas. Peresmian dilakukan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, Sabtu (21/2).

Bangli Kembangkan Desa Wisata Berbasis Hutan Adat, DPRD Dukung Konservasi dan Ekonomi Hijau

Program bertajuk “Langkah Kecil Dampak Besar” ini diproyeksikan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama. Kawasan hutan adat tersebut akan difungsikan sebagai area konservasi flora endemik dan tanaman upacara, sekaligus menjaga daerah resapan air di wilayah hulu Bangli.

Peresmian ditandai dengan penanaman bibit pohon secara simbolis bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan pegiat lingkungan. Nama “Giri Upawana” yang berarti Hutan Pegunungan mencerminkan visi menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat konservasi sekaligus destinasi edukasi lingkungan.

Bupati Sedana Arta menyatakan, pengembangan Linjong sebagai desa wisata berbasis komunitas diarahkan agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian alam dan tradisi lokal. Menurutnya, potensi wilayah tersebut dapat dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan investasi yang bertanggung jawab.

Bangli Kembangkan Desa Wisata Berbasis Hutan Adat, DPRD Dukung Konservasi dan Ekonomi Hijau

Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Ia menilai keberadaan hutan adat tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru hijau, tetapi juga sebagai langkah preventif mengurangi risiko bencana lingkungan seperti longsor dan banjir.

“Hutan yang terjaga akan berdampak pada kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kami mendukung penuh langkah ini sebagai investasi jangka panjang bagi Bangli,” ujarnya.

Dengan konsep konservasi berbasis masyarakat, Hutan Adat Giri Upawana diharapkan menjadi contoh integrasi antara perlindungan ekosistem dan penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bangli. (JroBudi)