POLITIK
Teluk Wondama – MediaIndonesiaNews : Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB hadir pada Rabu (25/12) di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat sebagai respon bencana banjir yang terjadi pada 23 Desember 2019 malam.
Tim dari kedeputian bidang penanganan darurat ini langsung berkoordinasi di Posko Tanggap Darurat setelah menempuh jalur laut selama tujuh jam dari Kota Manokwari.
Dipilihnya kapal laut dikarenakan jalur udara ke Wasior tidak beroperasi sebab libur Hari Raya Natal.
Kalaksa BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampinier turut mendampingi tim BNPB dan bertemu Bupati Kabupaten Teluk Wondama Bernardus Imburi, Sekda Deny Simbar dan BPBD setempat di Posko.
Dalam sambutan Bupati ia mengucapkan terima kasih kepada BNPB yang sudah langsung ke lokasi kejadian banjir di Teluk Wondama. Beliau berharap mendapatkan bantuan untuk melakukan penanganan darurat bencana (PDB).
“Terimakasih kepada tim BNPB yang telah hadir walaupun pada libur natal ini dan kami berharap segera mendapat bantuan untuk penanganan bencana disini” ujar Bernardus.
Rencananya masa tanggap darurat akan ditetapkan selama tujuh hari kedepan.
Kejadian banjir diawali hujan disertai angin kencang menerpa Kelurahan Wasior, hingga akhirnya aliran sungai Anggris meluap yang disebabkan oleh kayu, patahan pepohonan, lumpur serta material lainnya menutupi saluran jembatan di pusat Kota.
Kejadian tersebut mengakibatkan meluapnya air ke badan jalan hingga berdampak terendamnya bangunan di sekitar.
Tidak kurang dari 56 bangunan rumah dan 10 gedung Fasilitas umum ikut terendam dan enam bangunan usaha juga terdampak serta merusak dua jembatan.
Pasca banjir sudah surut, kini pelaksanaan pembersihan lingkungan berupa bongkahan kayu serta lumpur yang menutupi badan jalan dan sekitar pelabuhan Wondama menggunakan alat berat terus dikebut untuk normalisasi sungai Anggris.
Disamping itu Pendataan serta evakuasi masih dilakukan hingga saat ini. TRC BNPB melalukan pendampingan Posko dan pendampingan penanganan korban dan pengungsi di Wasior.