POLITIK
Istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Di tengah dinamika politik menjelang tahun-tahun penting pembangunan daerah, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyerukan pentingnya sinergi lintas partai dalam mempercepat kemajuan Kabupaten Bangli. Seruan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Bangli, Sabtu (11/10).
Menurut Bupati, Partai Golkar selama ini menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Ia menilai partai berlambang pohon beringin tersebut memiliki sejarah panjang dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Golkar telah ikut bergerak dalam setiap langkah pembangunan di Bangli. Kita perlu terus berkolaborasi untuk membawa Bangli menuju kejayaan baru,” ujarnya.
Sedana Arta mengibaratkan semangat pembangunan Bangli seperti masa kejayaan Raja Jayapangus dan permaisurinya Kang Cing Wie, simbol masa makmur dan bersatunya berbagai kekuatan di wilayah itu. Ia mengajak semua elemen politik untuk meneladani semangat tersebut dalam konteks modern.
“Bangli tidak akan maju jika pemerintah dan partai politik berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bersatu seperti Jayapangus dan Kang Cing Wie yang melahirkan harmoni dan kejayaan,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan, Bupati juga menyoroti potensi sumber daya alam yang belum tergarap optimal, salah satunya debit air besar di Belok Sidan yang berpotensi menjadi aset ekonomi strategis. Namun ia menegaskan, wacana itu masih dalam tahap kajian agar tidak menimbulkan konflik antarwilayah.
“Air kita melimpah dan mengalir hingga Badung, Klungkung, dan Gianyar. Ini potensi besar, tapi kita harus kaji secara adil dan matang,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih atau Demer, menegaskan kesiapan Golkar menjadi mitra kritis dan solutif bagi pemerintah. Ia berharap sinergi politik tetap terjaga tanpa menutup ruang kritik yang membangun.
“Kami tidak ingin jadi oposisi yang hanya menentang, tapi mitra strategis yang siap memberi solusi. Tapi jangan sampai Golkar di Bangli malah ‘dikecilkan’,” ujarnya disambut tawa peserta Musda.
Plt Ketua DPD II Golkar Bangli, Komang Suarsana, menambahkan bahwa Musda kali ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi partai dalam menghadapi agenda politik 2025–2029. Proses pemilihan Ketua DPD dilakukan melalui sembilan hak suara dari berbagai unsur kepengurusan.
Hingga berita ini ditulis, proses pemilihan masih berlangsung. Namun, Budiada, anggota DPRD Bangli, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat yang berpotensi memimpin Golkar Bangli ke arah baru yang lebih solid dan progresif. (JroBudi).