MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

POLITIK

23 September 2025,    08:12 WIB

Pro Kontra Relokasi Lapas Kerobokan: DPRD Bangli Soroti Dampak dan Citra Daerah


JroBudi

Pro Kontra Relokasi Lapas Kerobokan: DPRD Bangli Soroti Dampak dan Citra Daerah

I Wayan Sutama (ist)

Bangli-Mediaindonesianews.com: Rencana pemerintah memindahkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan ke Kabupaten Bangli menuai pro dan kontra di kalangan DPRD Bangli. Sejumlah anggota dewan mendukung rencana revitalisasi tersebut, namun ada pula yang menolak dengan alasan citra dan dampak sosial bagi masyarakat.

Salah satu penolakan datang dari I Wayan Sutama, anggota DPRD Bangli dari Fraksi Golkar. Ia menilai keberadaan Lapas terbesar di Bali di wilayah Bangli justru akan memberi kesan negatif dan mencap daerah itu sebagai “tempat pembuangan”.

“Bayangkan saja, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan Lapas Narkotika (Lapastik) sudah ada di Bangli, sekarang mau ditambah lagi Lapas terbesar. Dampak positif terhadap kehidupan masyarakat tidak ada, malah citra Bangli bisa rusak,” kata Sutama, Senin (22/9).

Ia menegaskan, pembangunan Lapas Kerobokan di Bangli tidak akan mendukung kemajuan ekonomi masyarakat, melainkan berpotensi menimbulkan beban sosial.

“Keberadaan Lapas bisa memicu potensi gangguan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Sutama juga mempertanyakan alasan Bangli dipilih sebagai lokasi. Menurutnya, secara geografis Bangli lebih cocok dikembangkan sebagai pusat pendidikan, bukan sebagai pusat pemasyarakatan.

“Kalau ingin pembangunan merata di Bali, seharusnya kebijakan diarahkan ke pemindahan kampus Universitas Udayana (Unud) ke Bangli. Itu lebih elegan dan bermanfaat untuk masyarakat. Kalau memang mau bangun Lapas, sebaiknya di daerah lain yang lebih menerima,” tegasnya.

Hingga kini, wacana relokasi Lapas Kerobokan masih bergulir di tingkat Provinsi. Publik menanti keputusan resmi pemerintah terkait arah kebijakan tersebut, termasuk menimbang masukan dari masyarakat dan DPRD Bangli. (JroBudi)