MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

OPINI

11 Oktober 2025,    21:16 WIB

Presiden dalam Krisis Sistemik: Dilema Negara, Jalan Tengah Polri


Tim Red

Presiden dalam Krisis Sistemik: Dilema Negara, Jalan Tengah Polri

Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Keseimbangan antara Kekuatan, Keadilan, dan Kepercayaan Publik

Oleh: Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Euforia Kekuasaan dan Ilusi Stabilitas

Bangsa ini tengah memasuki fase sejarah yang sarat tantangan. Gelombang euforia kekuasaan yang bernuansa militeristik kembali menguat, sering kali diselimuti narasi tentang stabilitas nasional dan efisiensi pemerintahan. Di permukaan, semua tampak tertata dan terkontrol. Namun jika ditelisik lebih dalam, muncul tanda-tanda perubahan arah yang halus namun signifikan terhadap tata kelola demokrasi dan konstitusi.

Dalam suasana seperti ini, Polri kerap menjadi aktor yang berada di garis depan. Bukan hanya sebagai alat negara penegak hukum, tetapi juga menjadi simbol stabilitas ketika dinamika sosial-politik meningkat. Polri sering menjadi tempat harapan, sekaligus sasaran kritik, saat gejolak muncul di ruang publik.

Tantangan Keseimbangan dalam Negara Demokratis

Dalam sistem demokrasi yang sehat, kekuasaan negara berjalan di atas keseimbangan: kekuatan, keadilan, dan kepercayaan publik. Kekuatan tanpa kendali bisa mengikis legitimasi, sementara keadilan tanpa keberanian bisa kehilangan efektivitas. Di sinilah dilema besar yang dihadapi negara—terutama di tengah situasi politik yang sarat kepentingan.

Parlemen yang idealnya menjadi ruang kontrol kekuasaan, dalam situasi tertentu tampak tidak selalu memiliki daya tawar yang kuat. Di saat yang sama, ruang publik dibanjiri oleh wacana dan polarisasi yang mudah menyulut ketegangan. Dalam kondisi inilah peran lembaga negara, termasuk Polri, menjadi sangat krusial untuk memastikan demokrasi tetap berada pada jalurnya.

Polri dan Jalan Tengah

Polri berada dalam posisi yang unik: bukan hanya sebagai instrumen negara, tetapi juga sebagai pengawal rasa aman masyarakat. Dalam berbagai fase sejarah bangsa, Polri sering menjadi jembatan antara stabilitas negara dan suara masyarakat. Jalan tengah inilah yang menuntut kebijaksanaan — bukan sekadar kekuatan.

Menjaga jarak yang sehat dari tarik-menarik kepentingan politik menjadi keharusan. Polri perlu memastikan bahwa setiap langkah penegakan hukum tetap berpijak pada prinsip profesionalitas dan keadilan. Kepercayaan publik adalah modal utama yang tidak bisa dibeli oleh kekuasaan apa pun.

Refleksi untuk Masa Depan

Krisis sistemik bukan hanya soal siapa yang berkuasa, tetapi juga tentang bagaimana kekuasaan dijalankan. Bila prinsip keadilan dan supremasi konstitusi terus dijaga, maka setiap dinamika bisa menjadi ruang pendewasaan bagi demokrasi kita. Namun bila yang dikedepankan hanyalah euforia kekuasaan, maka stabilitas bisa menjadi ilusi sesaat.

Bangsa ini membutuhkan keberanian untuk menjaga keseimbangan antara kekuasaan, hukum, dan suara rakyat. Dan di tengah pusaran ini, Polri memiliki tanggung jawab sejarah untuk menjadi penyeimbang yang bijaksana — bukan sekadar pelaksana perintah.

 

Penulis Adalah : Mantan Kepala BPKP • Alumnus Lemhannas KRA-29