NASIONAL
Warren Buffet Wisdom Hadapi Krisis Ekonomi Di Depan
Jakarta-Mediaindonesinews.com: Dalam rangka Dies Natalis ke 27 Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) kembali menyelenggarakan kegiatan kuliah Umum dengan tema “Warren Buffet Wisdom Hadapi Krisis Ekonomi Di Depan” di Aula Pascasarjana UKI Dipenogoro, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).
Dalam Sambutan Direktur Program Pascasarjana UKI Prof. Dr. dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd., PA menyambut baik kedatangan Lo Keng Hong untuk memberikan motivasi mengenai dunia investasi, saham kepada sivitas akademika Pascasarjana dan UKI secara umum.
“kami berharap para Mahasiswa UKI, maupun Dosen agar dapat mengambil wawasan sehingga lebih mengenal dan memahami pasar modal itu seperti apa, untuk apa. Ada hal yang penting dan menarik dari pengalaman Long Ke Hong di dunia pasar modal Indonesia” ujarnya.
Sementara opening speech pembukaan rektor UKI Dr. Dhaniswara K Harjono, SH., MH., MBA diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi UKI, Dr. Hulman Panjaitan, SH., MH mengapresiasi rangkaian kegiatan Dies Natalis Pascasarjana yang ke 27.
“Kami mencatat bahkan dalam bulan-bulan terakhir ini hampir setiap minggu ada kegiatan. Saya apresiasi luar biasa kepada Pascasarjana dalam rangka kegiatan Dies Natalis yang ke 27. Mau krisis apa pun dihadapan kita kalau kita mampu menjalankan, melaksanakan hal-hal yang nanti disampaikan Long Ke Hong kita tidak akan kena krisis. Apa yang nanti diberikan pencerahan bahwa untuk menjadi orang kaya itu tidak susah yang penting kuncinya ada di kita. Harus ada kemauan dan di dukung dengan implementasi kemauan untuk melakukan sesuatu,” paparnya.
Sementara itu investor kondang pasar modal, Lo Keng Hong kepada wartawan mengatakan bahwa, hampir semua orang di dunia mengatakan tahun depan akan terjadi krisis.
“Hari esok itu kan misteri tidak ada pun seorang pun tau akan terjadi hari esok.” Katanya.
Lebih lanjut Long Keng Hong berharap tidak terjadi krisis di tahun depan, namun tentunya dirinya juga menekankan untuk tetap waspada dan berjaga-jaga.
“jangan sampai kita semua orang mengatakan tahun depan akan terjadi krisis kemudian kita menambah hutang, justru kita harus mengurangi hutang perbanyak cash supaya ketika itu terjadi, kita tidak kesulitan uang bahkan kita bisa membeli banyak barang barang murah sehingga kita menunggu sampai situasi baik kembali dan kita akan mendapatkan keuntungan yang besar,” urainya.
Long melihat krisis itu sesuatu yang berbahaya, tapi di satu sisi bisa menjadi suatu kesempatan ketika krisis, tentu banyak-barang murah.
“ketika banyak barang murah tentu yang harus kita lakukan adalah mempunyai uang untuk membeli, disimpan sampai kondisi pulih kembali sehingga kita akan mendapatkan keuntungan yang besar jika nantinya menjualnya. Krisis itu juga bisa menjadi kesempatan emas buat kita untuk membeli saham-saham yang bagus dan murah,” jelasnya.
Disisi lain Lo Keng Hong melihat, investasi yang aman tentu saja perusahaan-perusahaan yang hutangnya kecil, yang uang cashnya banyak, perusahaan yang untungnya besar seperti perbankan yang untungnya besar, tambang batu bara, perkebunan kelapa sawit.
“Investasi yang aman adalah membeli perusahaan yang hutangnya kecil yang untungnya besar, tentunya resikonya juga harus rendah,” katanya.
Sedangkan untuk membangkitkan optimis masyarakat bahwa tahun 2023 akan terjadi krisis, Long Keng Hong menegaskan kembali, ketika semua orang mengatakan akan terjadi krisis tahun depan ada satu indikator yang menyatakan bisa tidak krisis.
“Kalau kita lihat IHSG bursa saham tetap stabil di angka 7000. Biasanya bursa saham itu lari duluan dari pada apa yang kita pikirkan. Kalau tahun depan krisis pasti bursa saham kita sudah jatuh, tapi karena dia masih stay di angka 7000 bisa jadi indikator kita bahwa bisa saja Indonesia tidak terjadi krisis tahun depan. Semoga itu bisa terjadi dan kita tidak mengalami krisis tahun depan karena melihat indikator bursa saham yang tidak turun,” ungkapnya.
Sementara itu, Dr. M.L. Denny Tewu, SE., MM Kaprodi Magister Manajemen PPs UKI, mengungkapkan bahwa, dalam menghadapi krisis, Indonesia dimasa pandemi covid-19 hancur-hancuran tapi pada akhirnya bisa bangkit kembali dan itu suatu mental yang sangat baik untuk menghadapi krisis-krisis di depan atau tahun 2023 ini. Denny juga sepakat apa yang dilakukan pemerintah sudah bagus dengan menjadikan UMKM sebagai ketahanan ekonomi yang betul-betul bisa memperkuat lapisan ekonomi di masyarakat, tinggal sekarang arah digitalisasi.
“Buat saya bagaimana digitalisasi tidak hanya di kota-kota besar, bila perlu sampai ke pelosok daerah bisa merasakan itu. Untuk itu jadikan UMKM sebagai peluang dan keuntungannya dibalik dari pada krisis. Kita punya berbagai komoditi yang laku dijual diluar Negeri dan itu mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Pemerintah sudah lakukan dari desa ke desa selalu memberikan bantuan bantuan dan itu bagus. sekarang bagaimana UMKM itu di dorong menjadi pertahanan utama,” pintanya.
Denny Tewu juga optimis bahwa kondisi ekonomi dilihat dari pasar modal yang masih di level 7000 itu menandakan kondisi ekonomi Indonesia akan lebih baik kedepan.
“Jadi kalau ini dimaksimalkan oleh Pemerintah, ini akan menjadi peluang dan menjadikan pemerataan pembangunan, tidak di kota-kota besar saja, tapi di seluruh pelosok Indonesia sehingga ketahanan ekonomi jadi kuat,” pungkasnya. (lian)