NASIONAL
Foto bersama Moeldoko dengan Ketua Umum Asosiasi Lentera UMKM
Pontianak-Mediaindonesianews.com – Masyarakat Kalimantan Barat sudah mulai mengeluhkan harga Sembako sudah mulai merangkak naik. Terpantau beberapa komoditi pangan seperti beras, gula, minyak goreng 7 November 2022.
Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu pemerintah menaikkan harga BBM atau mengalihkan Subsidi BBM ke pangan, sehingga para pengusaha mulai menaikan harga pangan seperti gula pasir dari 615.000/ zak 50kg saat ini sudah mencapai angka 630.000/zak 50kg.
Syafarahman Ketua Umum Asosiasi Lentera UMKM Kita Siap Sinergi bersama Pemerintah dalam menekan inflasi daerah, Alhamdulillah kita sudah mendapatkan surat penunjukan kemitraan oleh Bulog baik dari Bulog Pusat maupun Bulog Provinsi Kalimantan Barat, dan Alhamdulillah kita sudah gerak.
Saat ini kami menyalurkan produk beras Medium dari Bulog, yang kami pasarkan ke daerah daerah yang tak terjangkau oleh Operasi Pasar yang dilakukan Didprindag dan Dinas Lainnya, karna menurut pandangan Kami adalah semua rakyat Indonesia pasti terdampak akibat pengalihan Subsidi BBM ke Pangan, jika Operasi Pasar hanya dilakukan di pasar maka ketidak adilan akan terjadi mereka yang jauh dari pasar akan merasakan kesulitan untuk mendapatkan Pangan dengan harga yang di Subsidi Pemerintah.
Kami berharap bukan hanya beras Medium yang bisa kami salurkan akan tetapi Gula, Minyak Goreng juga, karna ketiga jenis pangan ini tak akan lepas dari masyarakat,
Seperti dilansir Kompas.com beberapa waktu yang lalu bahwa “Moeldoko juga meminta daerah mengupayakan agar tidak terjadi kenaikan harga barang dan jasa dalam waktu cepat.
Sebab, kondisi tersebut berpotensi membebani masyarakat dan menimbulkan gejolak sosial.
“Misalnya untuk masalah energi, minyak, BBM dan lainnya, pemda dapat membuat sistem bekerja sama dengan stakeholder yang ada. Kemudian Tim Pengendali Inflasi daerah melibatkan aparat pengawas untuk memastikan subsidi benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Adapun pada Minggu (18/9/2022), Moeldoko memantau perkembangan harga komoditas pangan, di pasar besar Ratu Tunggal, Pangkalpinang.
Dirinya mendatangi satu persatu lapak pedagang yang menjual komoditas pangan, seperti bawang merah, cabai, dan telur.
Dari hasil dari perbincangan dengan sejumlah pedagang, Moeldoko mendapati bahwa kenaikan harga komoditas pangan tidak mengalami kenaikan signifikan dan cenderung stabil.
“Memang ada kenaikan, tapi tidak signifikan. Seperti bawang merah, naik hanya Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kilogram. Telur malah masih normal, yakni Rp 1.800 per butir. Jadi bisa disimpulkan harga-harga masih stabil,” kata Moeldoko.