MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

16 Oktober 2022,    22:58 WIB

Pidato Perpisahan Anies “Tidak Mengirimkan Pernyataan, tapi Kirimkan Kenyataan”


Lina

Pidato Perpisahan Anies “Tidak Mengirimkan Pernyataan, tapi Kirimkan Kenyataan”

Relawan saat Perpisahan Anies

Jakarta-Mdiaindonesianews.com: Pemprov DKI Jakarta bersama relawan menggelar acara perpisahan yang bertajuk “Terima Kasih Jakarta” untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang masa jabatannya berakhir tepat hari ini, Minggu (16/10).

Pidato Perpisahan Anies “Tidak Mengirimkan Pernyataan, tapi Kirimkan Kenyataan”

Dari pantauan mediaindonesianews.com, Balai Kota DKI Jakarta dipenuhi warga hingga papan bunga bertuliskan Terima Kasih Anies pada pagi ini. Panggung juga telah ramai oleh musik dangdut hingga marawis.

Warga yang datang juga membawa berbagai spanduk bertuliskan Terima Kasih Anies. Cuaca panas tidak menyurutkan semangat para warga untuk menyambut Anies, mereka berbaris dan berkumpul di sekitar pendopo Balai Kota DKI Jakarta. Bahkan, beberapa warga sengaja datang dari luar kota seperti Bekasi Tangerang dan Palembang.

Anies sendiri menyambut hari terakhirnya sebagai DKI 1 dengan bersepeda dari rumahnya di Lebak Bulus sampai ke Balai Kota Jakarta. Ia berhenti dan menyapa warga di beberapa titik di antaranya di JPO Phinisi dan Halte TJ di Bunderan HI.

Anies mengawali pidato dengan menyanyikan dua lagu. “Kita dari tadi sudah dengerin sambutan, kita nyanyi dulu boleh nggak?” kata Anies.

Anies kemudian memimpin lagu pertama “Berkibarlah Benderaku”. Warga yang hadir di perpisahan Anies pun mengikuti Anies menyanyikan lagu.

Setelahnya, Anies menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”. Di lagu ini, Anies mengulangi lirik 'majulah majulah menang'. Anies menekankan lirik lagu itu dengan mengulanginya sebanyak tiga kali.

“Majulah majulah menang. Majulah majulah menang. Majulah majulah menang,” kata Anies.

Nyanyian Anies itu lantas disambut tepuk tangan massa pengunjung, Anies lalu mengangkat jempolnya. Anies lalu meminta izin kepada pengunjung yang ada di belakang.

“Ini kita menghadapnya ke Utara, tapi banyak juga yang di belakang sana. Mohon izin kepada yang posisinya di teras Balai Kota saya bicara menghadap ke arah utara, tapi sesungguhnya ini bicara untuk semuanya,” kata Anies.

Di saat itu, terdengar suara massa yang meneriakkan “majulah jadi presiden”.

Dalam pidato terakhir sebelum purnatugas sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies enggan berbicara banyak dalam acara perpisahan. Apa sebabnya?

“Saya tidak akan bicara panjang-panjang kali ini, saya tidak akan bicara panjang karena dua alasan, pertama biarkan kerja Pemprov DKI selama 5 tahun ini mereka yang berbicara, biarkan karya-karya itu menjadi bukti nyata,” ujar Anies di Balai Kota DKI.

Menurutnya, karya-karyanya tak perlu dijabarkan. Masyarakat bisa melihat sendiri perubahan “wajah” Jakarta.

“Tak perlu dikatakan dalam pidato ini, lihatlah kenyataan di Jakarta. Tunjukkan di sana kenyataan, kita tidak mengirimkan pernyataan, kita kirimkan kenyataan,” imbuh Anies.

Setelah dari Jakarta, Anies siap menyambut babak berikutnya.

“Karena kerja untuk bangsa dan negara ini masih panjang ke depan. Satu babak berakhir, masih kita sambut babak berikutnya,” ungkap Anies.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan pemotongan tumpeng. (LN)