MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

23 April 2022,    16:12 WIB

Webinar Hari Kartini, Pentingnya Peran Wanita di Tiga Sektor


rfs-ips

Webinar Hari Kartini, Pentingnya Peran Wanita di Tiga Sektor

Webinar Hari Kartini, Pentingnya Peran Wanita di Tiga Sektor

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Ikatan Perempuan Indonesia Pimti menggelar acara Webinar peringatan hari Kartini tahun 2022. Kegiatan Webinar ini membahas pentingnya peran serta wanita sebagai pilar di tiga sektor. Jumat 22/4/2022.

Webinar Hari Kartini, Pentingnya Peran Wanita di Tiga Sektor

Kegiatan yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiem Anwar Makarim, Kementerian Hukum dan HAM Presidium Pimti Perempuan Indonesia Sri Puguh Budi Utami, dan para srikandi dari berbagai lembaga mengusung tema "Perempuan Tangguh Mewujudkan Indonesia Maju"

Dalam Webinar tersebut ditegaskan sangat pentingnya peran serta wanita di tiga sektor, yakni Pemerintahan, Pendidikan dan Pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno menyampaikan, bahwa ketiga sektor Pemerintahan, Pendidikan dan Pariwisata masih didominasi oleh kaum laki-laki.

Webinar Hari Kartini, Pentingnya Peran Wanita di Tiga Sektor

"Ketimpang Representasi perempuan nampak jelas di berbagai sektor pekerjaan. Data BPS menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan di parlemen masih terhitung rendah yaitu 17,32% pada 2014 dan sedikit meningkat menjadi 20,87 pada 2019," kata Sandiaga Uno.

"Satu Data World Bank 2019 menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi ketujuh di Asia Tenggara dan peringkat 114 sedunia untuk keterwakilan perempuan di parlemen," lanjutnya.

Ia menambahkan, di bidang lain seperti pariwisata, peran aktif perempuan Indonesia relatif masih rendah jika dibanding negara tetangga seperti Thailand dan Singapura.

"Padahal, sektor pariwisata diandalkan menjadi peluang usaha paling strategis bagi perempuan, mengingat sifat sektor pariwisata yang dianggap sebagai perpanjangan fungsi rumah tangga," terangnya.

Kementerian Parekraf berpendapat salah satu akar permasalahan ini bersumber dari rendahnya akses pendidikan dan pelatihan bagi perempuan.

Dalam kesempatannya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim mengatakan, akses pendidikan dan pelatihan bagi perempuan adalah titik pijak yang penting untuk mengurangi ketimpangan perempuan baik di lingkup politik, pemerintahan, pariwisata maupun sektor lainnya.

"Namun, survei BPS dan Kementerian PPPA pada 2018-2019 menunjukkan bahwa dalam hal pendidikan itu sendiri, ketimpangan gender masih tinggi," ungkapnya.

Hal ini bisa dilihat dari angka melek huruf laki-laki yang masih lebih tinggi daripada perempuan, yaitu sebesar 97,33% untuk laki-laki dan 93,99% untuk perempuan.

Data dari Kementerian PPPA menunjukkan bahwa pada 2019 jumlah perempuan yang tidak melanjutkan Pendidikan tinggi lebih banyak ketimbang laki-laki dengan presentasi masing - masing 20,74 persen dan 15,29 persen.

Namun sebaliknya, dimana presentase laki-laki 15 tahun ke atas yang telah menamatkan Pendidikan SMA ke atas lebih tinggi dibandingkan perempuan dengan besar persentase masing-masing 37,70 persen dan 32,53 persen.

"Keterwakilan perempuan dalam segala bidang berkontribusi penting pada pemerataan pembangunan sebagaimana tercantum dalam Strategic Development Goals (SDGs)," tegasnya.

Ia menilai keterlibatan perempuan dalam setiap bidang tidak hanya berdampak pada kesetaraan perempuan saja, tapi pada keberlanjutan pembangunan.

“Semoga saja para perempuan yang ada di negara Indonesia umumnya mampu menjadi kartini dilingkungan sendiri khususnya. Dan bisa diperhitungkan kembali bahwa para Kartini bisa di sejajar kan dengan para lelaki yang punya potensi untuk maju," tandasnya.