NASIONAL
Dr. Marlinda Irwanti, S.E., M.Si. : Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI)
Jakarta - mediaindonesianews.com: Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) kini sudah berusia 11 tahun organisasinya. FPPI dilahirkan pada tanggal 17 Agustus 2019.
"Jadi 17 Agustus 2021 nanti berusia 12 tahun. dan organisasi ini memang lahir dari perempuan untuk perempuan berkarya dan bekerja untuk perempuan. Dan organisasi ini mempunyai visi dan misi," kata Dr Marlinda Irwanti SE.MSi dalam sambutannya pada acara Webinar dalam tema “Mengantisipasi Lonjakan Kehamilan di Masa Pandemi Covid-19” Rabu (16/6/2021).
Dijelaskan Marlinda, bahwa FPPI ini terdiri dari berbagai latar belakang. Organisasi ini kerjanya adalah bekerja. Jadi di organisasi ini semua warna ada, kuning, merah, hijau, biru, coklat . Karena perempuan dimana pun berada apa pun partainya, sukunya, agamanya, harus bersama-sama bergandeng tangan berjuang untuk kepentingan perempuan.
"Makanya kita berwarna semua tidak membedakan partai politik, dan suku bangsa. Yang penting perempuan, untuk perempuan dan berkarya untuk perempuan. kita mempunyai visi dan misi bagaimana sebagai perempuan kita berjuang dalam kesetaraan jender . ini tugas kita semuya. bagaimana kita tetap bisa meningkatkan dan memperjuangkan kesetaraan jender di berbagai bidang. baik itu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan politik. walaupun saat ini kita melihat di kota kota besar tidak terasa tetapi di polosok plosok dari sabang sampai merauke sudah kunjungan ke Papua, Sulawesi, dan lain sebagainya, masih banyak ada ketimpangan ketimpangan terhadap permasalahan perempuan," tandasnya.
Walaupun Omnibuslow kata Marlinda, sudah jelas-jelas mengamanatkan tidak boleh ada lagi perbedaan antara laki-laki dan perempuan di tempat kerja tetapi masih banyak lagi, dan itu menjadi tanggjawab semua perempuan, urainya.
Misi FPPI yaitu merubah pandangan masyarakat bias Gender terhadap perempuan . Jadi masih banyak pandangan masyarakat Gender. Soal hamil masih bias Gender juga. karena ketika perempuan akan menentukan hamil atau tidak tetap didiskusikan oleh laki-laki, berapa anak yang harus dimiliki, apa lagi kondisi dan situasi saat ini dimasa pandemi covid 19.
Kata Dia, bahwa FPPI juga berjuang untuk KDRT situasi covid 19 ini banyak terjadi PHK dari laki-laki kecenderungan untuk terjadi KDRT cukup tinggi.
"Jadi banyak sekali adanya pandemi covid 19, untuk itu perempuan tidak boleh tidur, tidak boleh berhenti, biarpun covid harus tetap berjuang karena ternyata yang terdampak negatif kebanyakan perempuan. suaminya PHK yang imbasnya kena kasus KDRT perempuan. Mau hamil takut kena covid 19, ujarnya.
Disisi lain FPPI juga meyoroti tingginya pelecehan seksual kepada keluarga . Dan FPPI juga berjuang agar tidak ada lagi permasalahan dimana perempuan tidak bisa memilih untuk menjadi ibu rumahtangga, sektor domestik tetapi boleh juga di patri tugas perempuan tetap dijalankan dan didukung oleh kaum laki-laki, katanya.
FPPI juga punya perjuangan yang selama ini terus di perjuangkan, walaupun dalam situasi covid 19, bagaimana caranya supaya diskriminasi yang masih terjadi di sektor-sektor tertentu untuk bisa dikurangi.
"Pada prinsipnya FPPI terbuka bekerjasama dengan semua kementerian dan instansi terkait untuk bisa membantu perempuan maju dan bertabat dalam membangun bangsa yang kita cintai bersama, ungkapnya. (lian) .