NASIONAL
Pemerintah Kota Bekasi Terima Kunker DPRD Kota Salatiga
Kota Bekasi-mediaindonesianews.com: Pemerintah Kota Bekasi menerima Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Komisi A Kota Salatiga, Jawa Tengah terkait peningkatan pelayanan RSUD dalam masa pandemi Covid-19.
“Tujuan kami datang dalam rangka belajar bersama untuk meningkatkan pelayanan RSUD selama masa pandemi, sejauh mana pelayanan yang ada di RSUD Kota Bekasi,” ujar Ketua Komisi A sekaligus Ketua rombongan, Nono Rohana, Selasa (25/5)
Rombongan yang berjumlah 6 orang terdiri dari anggota Komisi dan Sekretariat Dewan Kota Salatiga.
“Komisi A sendiri memiliki tugas dan fungsi pengawasan terhadap mitra yakni Rumah Sakit Umum Daerah, karena saat ini kita juga sedang mewaspadai kenaikan kasus positif di Kota Salatiga,” katanya.
Staf ahli Walikota Bekasi bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Uu Syaeful Mikdar beserta jajaran menyambut kedatangan rombongan di Press Room Humas Gedung 10 lantai Kantor Walikota Bekasi.
“Selamat datang kepada rombongan dewan yang terhormat di Kota Bekasi, hari ini kita berkumpul dalam rangka menyambut tamu dari Kota Salatiga dan ermohonan maaf karena Ibu Sekda tidak bisa mendampingi kegiatan kunker namun menugaskan saya untuk menyambut bapak ibu yang terhormat,” katanya.
Uu menjelaskan sejarah singkat Kota Bekasi beserta penanganan Covid-19 yang telah dilakukan di Kota Bekasi.
"Sejak awal Covid-19, Kepala Daerah kami telah menugaskan untuk semua ASN untuk turun langsung ke wilayah dan memberikan pengarahan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan)," jelasnnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bekasi, Kusnanto Saidi menjelaskan terkait penanganan Covid-19 di Kota Bekasi.
"Sejak bulan Maret 2020, kita (RSUD) sudah memulai WFH (Work From Hospital) duluan berbeda dengan ASN yang turun ke wilayah dalam rangka pencegahan Covid-19. Awalnya kami hanya menyiapkan tempat kepada para pasien covid 19 terhitung dari Maret 2020 memang mengalami penurunan namun ketika pasca lebaran 2020 mengalami kenaikan kasus positif yang signifikan, sehingga pak Walikota membuka rumah sakit darurat di stadion Patriot Chandrabaga," paparnya.
Menurutnya, kenaikan kasus saat itu juga disebabkan oleh pergerakan masyarakat Kota Bekasi berada di sekitaran Jabodetabek.
“Selain penanganan pasien RSUD juga bekerja sama dengan dinas terkait melakukan random sampling di pasar tradisional hingga swasta dan juga KAI, hasilnya dari 300 orang ditemukan 3 orang positif dan langsung diarahkan untuk perawatan secara intens” jelasnya
Sedangkan untuk pengendalian di masyarakat, lanjut Kusnanto, Kota Bekasi memiliki RW siaga yang bertugas untuk memantau peningkatan kasus covid-19 di masing - masing wilayah.
“selain itu penanganan Covid -19 tidak lepas juga dari kerja sama seluruh OPD yang dibagi per wilayah biasa disebut tim wilayah, dibantu dengan tenaga relawan. Hal ini juga didukung dengan patuhnya dari masyarakat Kota Bekasi mengikuti aturan dari pemerintah untuk tidak mudik dan tetap di rumah.” Pungkasnya.
Turut hadir pada acara kunjungan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Tanti Rohilawati dan acara dilanjutkan dengan dialog interaktif, foto bersama, dan tukar menukar cinderamata antara Pemerintah Kota Bekasi dengan DPRD Kota Salatiga. (lian)