NASIONAL
Banjir Martapura
Banjarbaru-mediaindonesianews.com: Menteri Sosial RI Tri Rismaharini langsung menginstruksikan kepada jajaran Kementerian Sosial RI untuk terjun langsung, sekaligus membawa bantuan ke lokasi bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan.
Banjir di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar tersebut diawali dengan curah hujan yang sangat tinggi selama dua hari, hal ini mengakibatkan sungai meluap yang membanjiri pemukiman-permukiman warga hingga setinggi dada orang dewasa, Kamis (14/1), wargapun mulai resah karena semakin lama air mulai memasuki permukimannya,
Merespon instruksi Mensos RI, gerak cepat dilakukan oleh Herry Pawoko, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Budi Luhur Banjarbaru dengan memfungsikan satu asrama menjadi Posko darurat bencana banjir dan menugaskan kepada para pegawai, terutama pekerja sosial untuk mendampingi penyintas yang berada di posko untuk memberikan layanan psikosial.
“Pekerja sosial langsung memberikan layanan psikososial dan trauma healing bagi warga para penyintas tersebut, sehingga dapat membantu mereka dalam menghadapi pasca terjadi bencana banjir yang melanda,” ungkap Pawoko.
Saat ini, bagi para penyintas sudah mendapatkan layanan pengecekan kesehatan, bantuan pakaian layak pakai, serta permakanan atau logistik selama berada di posko.
Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 22 warga penyintas bencana banjir dari wilayah Martapura mengungsi di posko darurat bencana banjir, terdiri dari 2 orang lanjut usia (lansia), 10 orang suami istri, 3 orang remaja, serta 7 anak-anak serta bayi.