MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

30 November 2020,    09:07 WIB

Walubi Menguntuk Keras Aksi Teroris Keji Dan Biadab Di Sulteng


lian

Walubi Menguntuk Keras Aksi Teroris Keji Dan Biadab Di Sulteng

Walubi

Jakarta-mediaindonesianews.com: Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) mengutuk keras kejadian di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada 27 November 2020 lalu, dimana disaat Indonesia sedang berjuang menghadapi pandemi Covid-19 dan bahu membahu membangun narasi kehidupan untuk sehat serta mentaati protokol kesehatan, namun hal sebaliknya terjadi, tebaran narasi kematian muncul, sebagian warga negara mati dan mengungsi, yang menciptakan rasa takut, dalam hal ini umat Kristen yang sedang bertahan hidup dan berpotensi mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa yang multietnis dan multikultural.

Walubi Menguntuk Keras Aksi Teroris Keji Dan Biadab Di Sulteng

Hal tersebut ditegaskan Romo Asun Wakil Sekjen DPP Walubi menyikapi aksi teror dan ekstremisme-kekerasan yang kembali terjadi di Sulawesi Tengah. Kejadian ini sangat  ironis  dimana  negara yang kita cintai bersama ini sudah begitu damai dan indah dengan kebersamaan di tengah-tengah pandemik covid 19, tiba-tiba terusik dengan kejadian yang memprihatinkan.

“Walubi turut prihatin dan mengutuk keras atas tindak terorisme yang kejam dan keji ini.  Hari ini tentunya bangsa Indonesia juga seluruh lapisan masyarakat harus bersatu, jangan sampai hal ini terus terulang kembali di tengah kehidupan bangsa yang kita cintai bersama ini. Apa lagi peristiwa ini terjadi di tempat ibadah, ini perbuatan yang sangat keji dan sangat tidak manusiawi. Semoga pihak TNI dan Polri segera mengungkap serta menangkap para pelaku teroris ini, tentunya yang bertanggungjawab harus segera di proses hukum dengan tegas,” katanya kepada mediaindonesianews.com, Minggu (29/11).

Romo Asun meyakini bahwa enam agama di Indonesia sudah bersatu, rukun dan damai. 

“Saya yakin ini hanya segelintir saja yang ingin memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita semua tokoh-tokoh seluruh agama yang ada semua bersatu tidak ada perbedaan satu dengan yang lain, kita NKRI dan kami berharap pihak keamanan (TNI dan Polri) segera mengungkap kasus tersebut secepatnya agar bangsa ini menjadi aman dan damai,”  pintanya.

Seperti diketahui akibat kejadian tersebut Gereja Pos Pelayanan, Gereja Bala Keselamatan dibakar, 6 rumah jemaat dibakar, 4 orang warga gereja meninggal dunia akibat ulah Terorisme yang membabi buta.

“pemerintah, TNI dan Polri harus bersikap tegas dalam mengambil tindakan agar kejadian dan perbuatan teroris tersebut tidak terjadi lagi di muka bumi Indonesia yang kita cintai bersama” pungkas Romo Asun.  (lian)