NASIONAL
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Posisi Indonesia di nomor satu dalam Global Complexity Index mendorong Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan agar regulasi dan birokrasi bisa lebih efisien dan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat mendapatkan peluang dalam berusaha dan diharapkan pada tahun 2021 akan menjadi tahun yang penuh peluang dan tahun pemulihan ekonomi nasional, dan pemulihan ekonomi global.
“Sepertinya Presiden Joko Widodo sangat paham dengan kondisi birokrasi yang kompleks di Indonesia, untuk itulah Presiden berupaya mengantisipasinya dengan adanya UU Cipta kerja, yang diharapkan bisa memotong dan memangkas semua hambatan birokrasi, sehingga bisa lebih efisien baik dari segi material maupun dari segi waktu agar pertumbuhan UMKM baik karena sangat membantu fundamental ekonomi secara keseluruhan,” tutur Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM kepada Mediaindonesianews.com, Senin (26/10).
Seperti diketahui dalam pidatonya Presiden menegaskan bahwa, tatkala banyak negara maju mengalami kemunduran, justru saatnya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan, hal tersebut merupakan semangat dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Reformasi Struktural ini dimaksudkan agar UMKM berkembang pesat, serta industri padat tenaga kerja tumbuh pesat.
Menurut Komisaris Utama PT Kresna Ventura ini, apa yang menjadi obsesi Presiden sangat rasional mengingat landasan hukum sudah dipersiapkan dan masyarakat Indonesia sangat cepat beradaptasi didukung dengan infrastruktur dunia maya yang terus dibenahi.
“apalagi dengan adanya Tol langit Palapa yang masih potensial dimaksimalkan fasilitas-fasilitas pelayanannya”katanya.
Lebih lanjut Denny Tewu menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo meyakini, bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun yang penuh peluang dan merupakan tahun pemulihan ekonomi nasional dan pemulihan ekonomi global.
“ini adalah saat yang tepat untuk kembali bekerja, kembali mengembangkan usaha, dan membuka lapangan kerja bagi jutaan pencari kerja Indonesia. Tentunya, semua harus optimis dan mendukung segala upaya Presiden dengan menjaga kondusivitas kerukunan dan kedamaian dalam berbangsa dan bernegara dengan menjunjung tinggi bhineka tunggal ika” ujarnya.
Dengan disahkannya UU Cipta Kerja diharapkan perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh, dan peluang kerja segera bertambah dan tidak hanya di Kota besar tapi sampai ke pelosok daerah.
“Ya semoga gerakan mendorong UMKM tidak hanya di kota-kota besar akan tetapi juga diseluruh daerah pelosok Indonesia dapat mengembangkan potensial-potensial yang ada melalui usaha-usaha yang produktif dan saling menghidupkan satu dengan lainnya,” pungkas Wakil Rektor II Universitas Kristen Indonesia (UKI). (lian)