MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

23 September 2020,    20:31 WIB

KITA Banten Meminta Pilkada 2020 Ditunda


Lian

KITA Banten Meminta Pilkada 2020 Ditunda

Deklarasi Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Banten

Jakarta - mediaindonesianews.com : Mengalirnya permintan Pilkada tahun 2020 untuk ditunda semakin ramai, kali ini datang dari Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) yang meminta Pemerintah menunda Pilkada dan Pilkades. Mereka meminta kalaupun pilihan pemerintah pilkada tetap tidak bisa ditunda, maka KITA meminta harus ada mekanisme yang menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.  

KITA Banten Meminta Pilkada 2020 Ditunda

“dan yang lebih penting harus ada lembaga pendampingan yang mengawal dan mengevaluasi hal tersebut” ujar Ketua Majelis Hikmah KITA Banten, Kyai Roni Tobaroni saat deklarasi KITA Banten, Rabu (23/9).

Acara Deklarasi yang berlangsung di Serpong Utara, Tangerang Selatan dihadiri Ketua KITA, Maman Imanulhaq dan perwakilan pengurus KITA Banten ini tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan acara dibatasi.

Menurut Roni, permintaan penundaan pelaksanaan Pilkada 2020 bukan hanya dari ormas KITA saja tapi dari ormas NU, Muhamadiyah, Alwasliyah dan beberapa komponen masyarakat lainnya.

KITA Banten Meminta Pilkada 2020 Ditunda

“Presiden Jokowi harus sensitif terhadap usulan yang disampaikan ormas-ormas besar tersebut, karena menyangkut jiwa, kesehatan dan keselamatan masyarakat”, kata Roni.

Sementara itu sekretaris jenderal KITA Ayep Zaki, menjelaskan bahwa KITA, adalah kolalisi Independen yang dideklarasikan 75 perwakilan organ relawan, tokoh lintas agama dan profesi pada tanggal 19 Agustus 2020 di Gedung Joeang Menteng Jakarta meminta Pemerintah menunda Pilkada dan Pilkades.

"Kalaupun pilihan pemerintah pilkada tetap tidak bisa ditunda, maka KITA meminta harus ada mekanisme yang menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat dan yang tak kalah pentingnya harus ada lembaga pendampingan yang mengawal dan mengevaluasi hal tersebut," tegas Ayep Zaki.

“Alhamdulillah, Mendagri sudah memutuskan untuk menunda Pilkades, tinggal Pilkada dan Presiden harus tegas memegang komitmen untuk menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat Indonesia”, ucap Zaki.

Acara deklarasi ini juga dihadiri secara virtual oleh pengurus Kita pusat, antaranya Taufik Rahzen, Dr. Hj. Siti Ma'rifah (Puteri Wapres KH. Maruf Amin) Camel Panduinata, Edi Bonetski, dan Destian Bimasena serta ratusan pengurus perwakilan daerah. (Lian)