NASIONAL
Jeirry Sumampow Koordinator Komite Pemilih Indonesia
Jakarta - mediaindonesianews.com: Pilkada serentak 2020 segera dimulai, tahapan pendaftaran paslon telah dinyatakan berakhir pada hari Minggu, 6 September 2020 lalu. Seiring dengan itu, nama-nama Paslon telah dapat diketahui dalam 270 daerah yang tengah melaksanakan Pilkada Serentak.
Jeirry Sumampow Koordinator Komite Pemilih Indonesia meriset keterlibatan perempuan dalam pilkada 2020 di beberapa daerah, apakah program utama calon kepala daerah dari kaum perempuan dan sejauh apa masalah-masalah perempuan menjadi perhatian mereka dalam visi-misi calon? Bagaimana melihat keterlibatan kepala daerah perempuan selama ini, setidaknya dalam 10 tahun terakhir?
“salah satu yang menarik adalah tingginya keterlibatan kaum perempuan sebagai peserta dalam Pilkada serentak 2020 di Sulawesi Utara. Setidaknya ada 5 daerah dimana calon kepala/wakil kepala daerah dari kalangan perempuan. Tentu akan menarik untuk melihat sebab, faktor, alasan sosiologis dan kultural tingginya keterlibatan perempuan Sulut dalam politik.” ujarnya
Bedasarkan Peta Nasional, Pemilhan Gubernur 5 orang Perempuan & 45 Laki-laki, Pemilihan Bupati, 127 Perempuan dan 1107 Laki-laki, Pemilihan Walikota, 25 Perempuan dan 177 laki-laki dengan total: 157 Perempuan (10,6%) dan 1329 Laki-laki (89,4%).
“untuk Sulawesi Tengah, 9 daerah , 1 propinsi, 1 kota, 7 Kabupaten, ada 7 calon perempuan & 30 calon laki-laki, 6 daerah tak memiliki calon perempuan dan 1 calon perempuan masuk kategori dinasti politik.” katanya
Sementara untuk di daerah Jawa Tengah, ada 21 daerah 4 kota dan 17 kabupaten, 8 daerah memiliki calon perempuan dan 13 daerah tidak ada calon perempuan, 15 calon perempuan dan 47 calon laki-laki. Tiga calon perempuan masuk dalam kategori dinasti politik.
“di Kalimantan Selatan, 8 daerah 1 propinsi dan 7 kabupaten. Hanya 2 daerah (Banjarmasin & Tanah Bumbu) yang memiliki calon perempuan. Sedangkan, jumlah calon perempuan 2 orang dan laki-laki 46 orang. Tak ada calon perempuan yang masuk kategori dinasti politik,” jelasnya.
Sedangkan di Banten sendiri, ada 4 daerah pemilihan yakni 2 kota dan 2 kabupaten. 1 daerah (Serang) tidak ada calon perempuan, 3 daerah lain ada calon perempuan. Sedangkan calon perempuan berjumlah 5 orang dan laki-laki 17 orang. Tiga calon perempuan masuk kategori dinasti politik.
“Untuk Sulawesi Utara ada 1 Propinsi, 4 Kab dan 3 Kota. Semua daerah terdapat calon perempuan. Jumlah calon perempuan: 12 Orang dan laki-laki 34 orang. 7 Calon Perempuan masuk kategori dinasti politik karena memiliki kerabat dalam jabatan public” pungkasnya katanya dalam Webinar Nasional bersama Lima Indonesia dan Tepi Indonesia Sabtu (19/9) dengan mengahadirkan narasumber, Kemerlien Ondang (Dosen Fakultas Teologi UKIT), Adinda Tenriangke Muchtar (Direktur TII), Ray Rangkuti (Direktur LIMA Indonesia). dengan Moderator: Beril Huliselan (Peneliti Tepi Indonesia). (LiaN)