NASIONAL
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta , Hj. Diana Dewi SE
Jakarta - mediaindonesianews.com: Sejak awal pandemi Covid-19 menerpa Indonesia enam bulan hingga saat ini, menyisahkan serta menambah deretan kasus perburuan. Ada kecenderungan perusahaan menjadikan PSBB kedua ini sebagai alasan melakukan PHK besar - besaran atau mengurangi hak pekerja. Beberapa perusahaan memang mengalami kesulitan keuangan, tetapi ada pula perusahaan yang ditenggarai masih mampu tetapi menjadikan Covid -19 sebagai alasan. Sementara pemerintah daerah dan pusat pun dinilai tidak tegas menindaklanjuti kasus ketenagakerjaan selama pandemi.
Hal ini mendapat tanggapan serius dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta , Hj. Diana Dewi SE yang mengatakan, bahwa kondisi Pandemi Covid 19 saat ini memang kondisi yang sangat berat bagi dunia usaha.
"Disaat ini memang kita tidak dapat menyamaratakan kondisi keuangan masing-masing perusahaan antara satu dengan lainnya, banyak dari pengusaha hingga saat ini bahkan hampir tidak dapat membiayai operasional usahanya, karena belum pulihnya pasar dan mereka belum dapat memulai produksi. Pada dasarnya kami Pengusaha menganggap karyawan adalah sebagai sebuah aset bagi perusahaan, tidak ada pekerja perusahaan tidak akan berjalan. Kondisi ini memang kondisi yang sangat terpaksa hingga pada akhirnya banyak pengusaha menempuh jalur mem-PHK kan karyawan karena memang mereka tidak sanggup lagi," tegasnya kepada mediaindonesianews.com, Jumat (18/9).
Untuk itulah kata Diana Dewi, ketegasan pemerintah dan pemberian stimulus bagi dunia usaha serta bantuan sosial untuk pekerja menjadi penentu. Pemerintah dapat segera mengakselerasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional.
"Selain itu Pemerintah Daerah kami harap untuk dapat membuka keterlibatan UKM dalam proses belanja daerah. Apabila ini dijalankan degan efektif, kami yakin hal ini akan membantu dunia usaha yang pasarnya masih belum pulih disaat ini," kata Ketua Umum DPP Asosiasi Industri Pengelolaan Daging Skala UKM dan Rumah Tangga ini.
Adanya rasa kegelisahan pengusaha sangat terasa, dimana roda usaha saat ini sudah sedemikian terpuruk akibat pandemi selama 6 bulan akibat permintaan yang turun drastis.
Menurut Diana, Kondisi ini memang sangat dirasakan berbagai kalangan dunia usaha dan berakibat pada beberapa pengusaha terlihat wait and see terhadap kondisi yang ada saat ini.
“Kita saat ini belum dapat memprediksi hingga kapan pandemi ini akan berakhir, sehingga kami harus dapat berhitung secara realistis” tandas Komisaris PT Suri Nusantara Jaya.
Hj. Diana Dewi SE juga mengungkapkan, bahwa kondisi saat ini memang sangat jauh berbeda dengan kondisi krisis tahun 1998, hampir semua sektor mengalami dampak yang sangat serius tidak terkecuali UMKM.
"Untuk itu kami berusaha melakukan berbagai innovasi agar usaha kami tidak semakin terpuruk. Kami berharap dunia usaha tetap optimis dalam menyikapi segala kondisi yang terjadi beberapa waktu terakhir. Walaupun dalam skala yang relatif masih kecil," pungkas Penasehat Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI). (LiaN)