MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

11 Februari 2020,    03:48 WIB

Rohmantik Berhasil Memadu-padankan Literasi Melalui Pertunjukan Seni Tradisi Dan Modern


ilham

Rohmantik Berhasil Memadu-padankan Literasi Melalui Pertunjukan Seni Tradisi Dan Modern

Jakarta – MINews : Rohmantik Performance merupakan perpaduan panggung puisi secara modern yang materinya berasal dari kekuatan tradisi seperti dendang, randai, kaba, gerak silat, serta tiupan bansi.

Semua dipadukan dalam pepertunjukan kolaboratif yang unik dan komunikatif. Sehingga penonton pun dapat hanyut dengan dendangan dan bahkan terlibat mengarungi nada sambil mengikuti tempo musikal melalui rampak tepuk tangan.

“Perhelatan kecil yang akan dilangsungkan di Payakumbuh dan Padang ini pun juga dikonsep oleh kawan-kawan dan didukung dari berbagai komunitas dan kelompok seniman, serta pengampu literasi di Sumatera Barat”, kata Irman Syah saat ditemui mediaindonesianews.com, (11/2).

Dalam waktu dekat, pada tanggal 22 - 24 Februari mendatang, Irman Syah akan tampil dalam sebuah event yang disajikan oleh teman komunitas di Padang dan Payakumbuh. Acara ini merupakan sebuah penghargaan terhadap Kitab Puisi Tunggal pertama Irman Syah setelah lebih kurang 33 tahun berkarya, yang berjudul Rohmantik.

Sebuah diskusi puisi dan pementasan karya tersebut digelar di beberapa tempat, antara lain; Jumat (22/2) Komunitas Seni Intro Payakumbuh (Pimpinan Iyut Fitra) dengan Pembicara Romi Zarman dan Yeni Purnamasari , serta Dendang puisi bertajuk Boekan Tamoe Rohmantik Performance di Lawang Kafe (sebuah Kafe Baca yang menyenangkan di Payakumbuh).

Pada keesokan harinya Minggu (23/2), diskusi Rohmantik dengan tajuk ‘Poelang Kampoes, Pulang ke Ragi’, Esha Tegar Putra ditabik sebagai pembicara.

Diskusi dan Rohmantik Performance ini akan dilangsungkan pukul 20:00 di Kedai Teroka (sebuah Kedai Buku Aternatif) Jalan DR Moh Hatta No 16, Binuang, Kp Dalam, Pauh, Kota Padang.

Selanjutnya, Senin (24/2) akan diadakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang d kampus Limau Manis. Selain itu selanjutnya diskusi dan Rohmantik Performance juga akan tampil di Balai Bahasa Sumatera Barat dan lainnya.

Irman Syah, selain dikenal sebagai penyair, juga aktor, blogger dan pekerja film. Ia beberapa kali menang dalam lomba penulisan puisi Indonesia di Padang, Malang dan Bali.

Bahkan, salah satu cerpennya terpilih sebagai sepuluh terbaik pada ajang Mitra Praja Utama tingkat Nasional yang dilaksanakan Pemerintah DKI Jakarta tahun 2014 silam.

Kepenyairannya tercatat dalam beberapa buku dan leksikon, seperti; Sesuatu Indonesia (Afrizal Malna), Leksikon Sastra Jakarta (DKJ), Buku Pintar Sastra Indonesia (Pamusuk Eneste) dan Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Korrie Layun Rampan).

Penggerak dan gerilyawan seni budaya ini dalam aktivitasnya tak lepas dari gerakan komunitas perkotaan antara lain; Komunitas Janjang Payakumbuh (1999), Komunitas Panggung terbuka TBSU Medan (2001), Warung Apresiasi Bulungan Jakarta (2002), Komunitas TIM Jakarta (2003), Komunitas Sastrawan Jalanan Indonesia (2005), Komunitas Planet Senen (2008), Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia, Sastra Kalimalang Bekasi (2011) serta Roemah Melajoe TMII (2015).

Lelaki yang juga acting coach (pelatih akting) di beberapa film layar lebar: “Di Bawah Lindungan Kakbah”, “Pacu Itik”, dan “Buya Hamka” ini juga seorang actor Film, antara lain; “Trophy Buffalo”, “Tasuruik”, “Pinokio”, dll.

Keahliannya pada bidang ini sesungguhnya berakar dari kemampuan literasi yang dimilikinya. Selain alumni Fakultas Sastra Universitas Andalas, penulis puisi, esay dan cerpen, ia juga aktor dan penghuni Bumi Teater Padang, pimpinan Wisran Hadi.

“Bila puisi sampai pada pucuknya, niscaya kan berbuah petuah, ungkapan, peribahasa, tamsil-ibarat, kias dan banding, pepatah-petitih, atau patah dan pitih!” tutup Irman Syah sambil berkata, “Betmen Poreper.” (ihm)