MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

12 Maret 2026,    23:30 WIB

ATR/BPN Siapkan Ratusan Ribu Hektare Lahan untuk Infrastruktur Energi Nasional


Tim Red

ATR/BPN Siapkan Ratusan Ribu Hektare Lahan untuk Infrastruktur Energi Nasional

istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyiapkan ratusan ribu hektare lahan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur energi nasional. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan energi yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional.

ATR/BPN Siapkan Ratusan Ribu Hektare Lahan untuk Infrastruktur Energi Nasional

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, dukungan tersebut diberikan melalui penyediaan lahan serta penguatan aspek tata ruang guna mempercepat pembangunan proyek-proyek energi. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Transisi Energi Terbarukan dan Konversi Kendaraan Listrik di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Rabu (11/03).

“Untuk menyukseskan program ini, kami memberikan dukungan melalui pelayanan pertanahan dan tata ruang. Dari sisi pertanahan, kami menyiapkan potensi lahan yang bersumber dari Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang tidak diperpanjang,” ujar Nusron.

Menurutnya, secara nasional potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur energi mencapai sekitar 849.000 hektare. Sementara di wilayah Pulau Jawa, potensi lahan yang tersedia diperkirakan berkisar 50.000 hingga 60.000 hektare.

ATR/BPN Siapkan Ratusan Ribu Hektare Lahan untuk Infrastruktur Energi Nasional

Saat ini, ATR/BPN masih melakukan pemetaan dan identifikasi lebih lanjut terhadap lokasi-lokasi tersebut untuk memastikan kesesuaian pemanfaatannya dalam pembangunan sektor energi.

Selain penyediaan lahan, dukungan juga diberikan melalui aspek perizinan pemanfaatan ruang, salah satunya melalui penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai dasar pengurusan izin lanjutan bagi proyek pembangunan.

Nusron juga mengusulkan agar pengembangan proyek energi dimasukkan dalam skema Program Strategis Nasional agar proses penyesuaian tata ruang dan penyelesaian aspek pertanahan dapat berjalan lebih cepat serta terkoordinasi.

Dalam rapat tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden telah menginstruksikan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas hingga 100 gigawatt.

Menurut Bahlil, percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

“Energi merupakan salah satu faktor penting dalam geopolitik dan geoekonomi global. Karena itu, Presiden meminta percepatan pemanfaatan potensi energi dalam negeri agar Indonesia semakin mandiri,” kata Bahlil.

Turut mendampingi Menteri Nusron dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana. Rapat tingkat menteri ini juga dihadiri sejumlah menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih.