MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

26 September 2025,    14:41 WIB

Doa Yatim Iringi Tasyakuran, PWI Resmi Kembali ke Rumah Lama di Lantai 4 Dewan Pers


Tim Red

Doa Yatim Iringi Tasyakuran, PWI Resmi Kembali ke Rumah Lama di Lantai 4 Dewan Pers

istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi kembali menempati kantor lamanya di lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kepulangan itu ditandai dengan tasyakuran yang digelar pengurus baru periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Akhmad Munir, Jumat (26/9).

Doa Yatim Iringi Tasyakuran, PWI Resmi Kembali ke Rumah Lama di Lantai 4 Dewan Pers

Sekitar 72 anak yatim piatu dari Yayasan Al-Hikmah dan Yayasan Harun Ar-Rasyid hadir dalam acara tersebut. Doa bersama dipimpin oleh Dr. Firdaus Turmudzi, S.Ag., M.Hum yang menekankan pentingnya rasa syukur atas setiap nikmat.

“Saya sangat gembira hari ini yang mendoakan kita adalah anak-anak yatim yang insyaallah doanya akan diterima,” ujar Firdaus.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyebut tasyakuran ini sebagai ruwatan spiritual agar kepengurusan PWI 2025–2030 berjalan lancar.

“Kami niatkan agar jalannya kepengurusan dilancarkan, diridhai, dan mendapat hidayah Allah Subhanahu wa ta'ala,” katanya.

Munir yang didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari serta Sekjen Zulmansyah Sekedang menegaskan, kembalinya PWI ke lantai 4 bukan hanya perkara fasilitas fisik, tetapi simbol kebangkitan organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Acara ini juga menutup masa setahun kekosongan ruang PWI di Gedung Dewan Pers akibat dualisme kepengurusan. Pada Kamis (25/9), Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyerahkan kembali kunci kantor kepada pengurus PWI.

“Lantai 4 seperti ruang horor bila dibiarkan kosong. Kami lega akhirnya PWI bisa kembali beraktivitas di sini,” ucap Komaruddin.

Munir menambahkan, agenda ke depan mencakup konsolidasi internal, verifikasi anggota, penyempurnaan AD/ART, serta pengaktifan kembali program utama seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Sekolah Jurnalistik Indonesia, dan pelatihan jurnalistik.

“Pers yang kuat, sehat, dan beretika hanya bisa dibangun lewat wartawan yang kompeten. Itulah tugas besar PWI ke depan,” tegas Munir.***