NASIONAL
Istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui program Kampung Industri. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah nyata penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung pemerataan pembangunan nasional.
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Mulyadin Malik, menegaskan bahwa ASPRINDO adalah mitra penting dalam pengembangan potensi desa.
“ASPRINDO memiliki jejaring lintas sektor dan mampu mengakselerasi produk unggulan desa. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden ke-6 tentang pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (19/9).
Mulyadin menjelaskan, kerja sama akan dimulai dari penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dilanjutkan penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut tiga tahun. Program ini mencakup pemetaan potensi unggulan desa, digitalisasi data, hingga kolaborasi investasi dengan korporasi nasional dan investor asing.
“Keterlibatan swasta penting untuk alih teknologi, peningkatan keterampilan, dan membuka peluang investasi di 75.266 ribu lebih desa Indonesia,” tegasnya.
Ketua Umum ASPRINDO Jose Rizal menambahkan, program Kampung Industri tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga membangun ekosistem industri dari hulu ke hilir berbasis manajemen modern dan digitalisasi.
“Tujuannya memandirikan pengusaha lokal, menyejahterakan masyarakat, dan menopang perekonomian nasional. Jika kampung industri berkembang di banyak titik, pertumbuhan daerah tidak lagi terlalu bergantung pada anggaran pusat,” kata Jose.
Jose menilai sinergi ini akan mengurangi arus urbanisasi karena masyarakat dapat memperoleh penghidupan layak di daerah sendiri.
“Daerah terbangun, masyarakat sejahtera, pembangunan merata, dan kota besar tidak lagi terbebani pendatang,” ujarnya.
Kemendes PDT dan ASPRINDO berharap kemitraan ini menjadi model inovatif yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sekaligus membantu efisiensi anggaran negara serta memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi Indonesia.***