NASIONAL
Jakarta – MediaIndonesiaNews : Setiap orang beragama pasti selalu mengabdi kepada Tuhan yang mereka percayai. Selain itu, tidak lupa pula mengamalkan ajaran-ajaran agama yang mereka yakini. Bagi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil, bekerja di Kementerian ATR/BPN merupakan pengabdian kepada ajaran-ajaran Tuhan.
"Saya yakin banyak pegawai Kementerian ATR/BPN masuk surga," kata Menteri ATR/Kepala BPN saat memberikan sambutan pada perayaan Natal Bersama Kementerian ATR/BPN tahun 2019 di Aula Prona Lantai 7, Jumat (13/12).
Menurut Menteri ATR/Kepala BPN alasan dari pernyataan tersebut karena banyak manfaat yang diberikan oleh pegawai Kementerian ATR/BPN berupa sertipikat tanah.
"Sebelum punya sertipikat tanah, banyak masyarakat meminjam uang untuk modal usaha ke rentenir. Mereka kesulitan untuk mengembalikannya. Tapi, setelah punya sertipikat tanah, masyarakat bisa punya akses ke bank. Mereka memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah. Artinya apa? Kita melakukan sedekah kepada sesama kita dan itu merupakan ajaran setiap agama," ungkap Menteri ATR/Kepala BPN.
Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak orang menerapkan kehidupan beragama secara salah. Bagi Sofyan A. Djalil, agama itu yang terpenting esensinya. Ia juga mengibaratkan bahwa agama itu seperti komputer.
"Agama itu seperti software dan orangnya itu adalah hardware. Pada dasarnya software itu sama, hardware yang membuat perbedaan. Setiap manusia harus menganggap bahwa perbedaan itu adalah karunia Yang Maha Kuasa," ujar Menteri ATR/Kepala BPN.
Orang yang salah dalam beragama itu adalah yang perangkat lunaknya kena virus. "Untuk itu harus kita kembali ke software yang asli, yang sudah dibersihkan dari virus," kata Menteri ATR/Kepala BPN.
Romo Hari Sulistyo dalam khotbah Natalnya mengungkapkan bahwa Kelahiran Yesus Kristus untuk memecahkan tembok perseteruan antar sesama manusia.
"Untuk itu kita harus meneladani Dia yakni sebagai sahabat setiap orang dan menjadi agen-agen perubahan yang membawa perdamaian bagi sesama," ujar Romo Hari Sulistyo.
Dalam pesan Natal yang dibawakan oleh Pendeta H. Sihombing mengatakan agar setiap pegawai Kementerian ATR/BPN dapat menjadi sahabat bagi sesama. "Bukan untuk sebagian orang. Mengajak bersahabat dalam rangka universal. Tidak membeda-bedakan latar belakang seseorang. Dalam Bhineka Tunggal Ika sudah disebutkan bahwa perbedaan itu indah dan merupakan kekayaan dari Tuhan, harus diterima dan disyukuri," ujar Pendeta H. Sihombing.
Perayaan Natal merupakan salah satu pembinaan rohani pegawai Kristen di lingkungan Kementerian ATR/BPN dengan mengambil tema "Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang".