NASIONAL
Jakarta – MediaIndonesiaNews : Diterjunkannya personel Polri di masing-masing wilayah untuk mengawasi masjid-masjid yang terpapar paham radikalisme, mendapat protes keras dari Panglima Gerakan Pemuda Jakarta, Ade Selon.
Tindakan itu menurut Ade Selon terlalu berlebihan, karena menurutnya mesjid selain untuk beribadah, mesjid juga sebagai perjuangan dakwah dan menuntut ilmu-ilmu tidak mungkin menjadi tempat penyebaran faham radikal.
Oleh karena itu Panglima GPJ mendesak Kapolri untuk segera membatalkan rencana menyebarkan anggotanya mengawasi masjid-mesjid.
Selain itu, Ade Selon juga mendesak Kapolri untuk segera menuntaskan beberapa kasus besar seperti penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh sukmawati, ade Armando, Abu Janda dll yang tak kunjung selesai.
“Kasus tersebut tak kunjung selesai, kami juga meminta agar Kapolri membatalkan mengintruksikan anggotanya untuk mengawasi masjid-masjid, karena tidak sesuai dengan jargonnya yaitu melayani, melindungi dan mengayomi,” kata Ade dalam siaran persnya, Kamis (28/11/2019).