MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

27 Januari 2024,    00:36 WIB

Bupati Humbahas Rakor Indonesia Pandai Berhitung Bersama Menkomarves


BN

Bupati Humbahas Rakor Indonesia Pandai Berhitung Bersama Menkomarves

Bupati Humbahas Rakor Indonesia Pandai Berhitung Bersama Menkomarves

Humbahas-Mediaindonesianews.com: Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, SE mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pembahasan percepatan peningkatan peringkat Programme for International Student Assessment (PISA) atau Program penilaian siswa internasional melalui Sistem Gasing yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (25/1).

Dalam paparannya Bupati Dosmar Banjarnahor, SE mengatakan bahwa inovasi Gasing sudah terbukti dapat meningkatkan capaian Kompetensi Numerasi (kemampuan berhitung) di kabupaten Humbahas dari tahun sebelumnya.

“Pencapaian Numerasi SD tahun 2022 sebesar 28,65 meningkat di tahun 2023 menjadi 50,07 dan pencapaian Numerasi SMP tahun 2022 sebesar 32,82 meningkat di tahun 2023 menjadi 43,37. Hasil capaian numerasi jenjang pendidikan berdasarkan Hasil Asesmen Nasional Tahun 2022 : Kemampuan numerasi jenjang SD Kabupaten Humbang Hasundutan meningkat, yaitu 46,67% murid memiliki kompetensi numerasi di atas minimum artinya Naik 16,01 dari 2021 (30,66%) berada pada peringkat menengah atas (21-40%) di peringkat provinsi.” paparnya

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa, kemampuan numerasi jenjang SMP Kabupaten Humbahas meningkat, yaitu 40,63% murid memiliki kompetensi numerasi di atas minimum, Naik 3,79 dari 2021 (36,84%) berada pada peringkat atas (1-20%) di peringkat Provinsi.

“Hal ini menggambarkan bahwa nilai numerasi Kabupaten Humbang Hasundutan berada di atas pencapaian rata-rata nasional. Metode ini layak dimasukkan dalam kurikulum karena luarbiasa untuk meningkatkan kemampuan numerasi anak.” katanya

Pada kesempatan itu Prof. Yohannes Surya mengatakan bahwa di abad ke-21, setiap anak didik diharapkan mampu menguasai kecakapan 8 C, yaitu Creativity (kreatifitas), Critical Thinking (berfikir kritis), Communication (komunikasi), Collaboration (Kerjasama), Character (karakter), Culture (budaya). Sementara itu Gasing menambahkan 2 C lagi yaitu Computation Logic (logika berhitung) dan Compassion (kasih sayang).

Sementara itu, perwakilan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menyatakan akan siap mendukung inovasi ini melalui program pemerataan rekrutmen guru dengan kualifikasi yang sangat dibutuhkan oleh Daerah.

Demikian juga dengan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyatakan bahwa pada prinsipnya setuju dan akan mengkaji lebih lanjut terkait standar kurikulum yang sesuai dalam peningkatan numerasi melalui matematika gasing.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengatakan akan mengkaji dalam hal segi pendanaan dan akan berkoordinasi dengan lembaga terkait.

Sesuai hasil ujicoba pembelajaran Matematika Gasing di 85 Kabupaten/kota yang dinyatakan melalui pemerintah kabupaten masing-masing, bahwa metode gasing sangat efektif dilakukan diberbagai wilayah dalam hal peningkatan pendidikan numerasi sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah dalam peningkatan peringkat hasil penilaian PISA.

Hal ini senada dengan pendapat Dr. Febrie Adriansyah, SH., MH yang mengatakan bahwa ujicoba pembelajaran Matematika Gasing yang dilakukan di Pesantren tahun lalu juga berdampak dalam peningkatan numerasi.

Kesimpulan dari pertemuan tersebut, sesuai dengan arahan Menkomarves bahwa berdasarkan pernyataan 85 Kabupaten/Kota menyatakan puas dengan pembelajaran inovasi pembelajaran matematika gasing. Sehingga perlu dikaji agar ditetapkan menjadi salah satu program nasional yang luar biasa untuk mmeningkatkan capaian numerasi secara nasional.

Seperti diketahui PISA adalah suatu studi internasional di bidang pendidikan yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). PISA bertujuan untuk mendorong negara-negara saling belajar satu sama lain mengenai sistem pendidikan sehingga mampu membangun sistem persekolahan yang lebih baik dan inklusif secara efektif. (BN)