MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

NASIONAL

22 Juni 2023,    22:12 WIB

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Taput Gerakkan Seluruh Lintas Sektoral


LS

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Taput Gerakkan Seluruh Lintas Sektoral

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Taput Gerakkan Seluruh Lintas Sektoral

Taput-Mediaindonesianews.com: Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sarlandy Hutabarat, SH., MM yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bahal Simanjuntak menghadiri rapat koordinasi Percepatan Penurunan Stunting (Rembuk Stunting) bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan Tarutung, Kamis, (22/6).

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Taput Gerakkan Seluruh Lintas Sektoral

Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra, mengajak seluruh lintas sektoral untuk berpartisipasi menurunkan angka stunting.

"Visi atau cita-cita kita sebagai Lumbung Sumber Daya Manusia yang berkualitas tidak akan tercapai jika masih banyak anak kita yang menderita stunting. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi yang penanganannya memerlukan keterlibatan lintas sektoral. Harapannya melalui rembuk stunting ini, intervensi yang kita lakukan yaitu masa sebelum kelahiran dan anak usia enam sampai sebelas bulan tepat sasaran dan langsung menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan," katanya.

Sementara itu Kepala DPPKBP3A Donna Situmeang melaporkan perkembangan terakhir data stunting dan output yang diharapkan dari pelaksanaan rembuk stunting.

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Taput Gerakkan Seluruh Lintas Sektoral

"Berdasarkan data bulan timbang Februari 2023, terdapat sebanyak 1.808 anak balita stunting dari 18.948 anak yang ditimbang. Ini menunjukkan prevalensi stunting sebesar 9,54 %. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah menetapkan 36 Desa sebagai lokus penanganan stunting tahun 2023 dan 29 Desa lokus penanganan stunting tahun 2024. Komitmen penanganan penurunan stunting telah diwujudkan dengan penganggaran APBD Tahun 2023 dan perencanaan anggaran pada RKPD Tahun 2024, " lapor Donna Situmeang.

Sedangkan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Yusrizal Batubara dalam paparannya menyampaikan pentingnya pendampingan kepada masyarakat terdampak dan beresiko stunting.

"Pemerintah perlu data sasaran yang akurat sebagai acuan dalam perencanaan. Kita juga perlu memastikan bahwa konvergensi lebih efektif dan tepat sasaran. Dan yang paling penting adalah memastikan kepatuhan pengiriman intervensi stunting kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk mendukung program penurunan angka stunting di Tapanuli Utara, kami mengundang para tenaga medis untuk dilatih memasang kontrasepsi IUD dan Implan. Saat ini, tenaga medis yang dapat memasang kontrasepsi IUD dan Implan adalah tenaga medis yang memiliki sertifikat pelatihan," papar Yusrizal.

Rembuk stunting dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari tim penggerak PKK, anggota tim Percepatan Penanganan Stunting, para Camat, Kepala Desa lokus prioritas intervensi penanggulangan stunting, tenaga ahli P3MD, tenaga ahli satgas stunting, organisasi Tapanuli Utara Peduli ASI dan para pimpinan Gereja.

Sebagai narasumber pada Rembuk Stunting tersebut adalah, Kepala Dinas Kesehatan Sudirman Manurung dan Kepala Dinas PMD Donny Raymond Simamora serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian SEY Pasaribu, Kepala Dinas Pendidikan Bontor Arifin Hutasoit, Kadis Koperasi UMKM Perindag Gibson Siregar serta beberapa perwakilan perangkat daerah lainnya. (LS)