NASIONAL
Ketua PWI Jakut Ilham Dharmawan (baju biru) saat memberikan pemahaman tentang jurnalistik
Jakarta-mediaindonesianews.com - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Koordinatoriat Jakarta Utara Ilham Dharmawan menegaskan, bapak/ibu kepala sekolah harus bisa mencermati tugas dan fungsi seorang jurnalis atau biasa disebut wartawan.
Penegasan itu disampaikan saat memberikan pemahaman jurnalistik dengan sejumlah kepala sekolah di Gedung Pusat Kegiatan Guru milik Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara.
"Bapak/ibu kepala sekolah tidak usah takut dengan kehadiran wartawan di sekolah, hadapi saja," kata Ilham, Selasa (23/5).
Ilham menambahkan, tugas seorang wartawan adalah mencari berita dengan mengedepankan kode etik jurnalistik.
"Tugas seorang wartawan adalah mencari dan menggali informasi untuk menciptakan sebuah berita yang berimbang," ujar Ilham.
"Jadi, sejatinya wartawan itu selalu menyajikan pemberitaan yang berimbang, agar masyarakat dapat memahami isi dari berita tersebut," bebernya.
Ia menuturkan, kalaupun ada kedapatan oknum yang mengaku sebagai wartawan datang ke sekolah tidak usah takut, terima saja kedatangannya dengan bijak. Bapak/ibu punya hak jawab untuk memberikan tanggapan.
"Jangan khawatir, dihadapi saja, apalagi kedatangannya itu hanya untuk menakuti atau menteror para guru," tegasnya.
Dia menjelaskan, jiwa seorang wartawan selalu menjunjung tinggi marwah kewartawanannya. Selain itu wartawan juga harus mempunyai karya jurnalistik, karena itu profesi.
"Kalau ada oknum yang mengaku sebagai wartawan, apalagi dia tidak bisa menulis berita, berarti itu tanda kutip. Harus dipertanyakan status kewartawanannya," pungkasnya.
Dalam kesempatannya Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Purwanto mengatakan, dengan adanya diskusi ini, kita (pihak sekolah) dapat memahami tugas dan fungsi jurnalistik.
"Jadi nanti para kepala sekolah tidak perlu takut lagi bila didatangi wartawan, karena tugas mereka itu mencari berita, tapi pemberitaan yang sesuai dengan aturannya," ujarnya singkat.
Seperti diketahui, adanya program PWI dalam memberikan pemahaman jurnalistik dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara, lantaran maraknya perbuatan oknum wartawan yang menyalahi aturan kode etik jurnalistik.
Menurut informasi yang dihimpun, di Jakarta Utara banyak oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai wartawan. Kehadirannya diduga untuk melakukan tindakan semena-mena terhadap Pejabat Pemerintah setempat.
Mendengar berkembangnya isu tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Koordinatoriat Jakarta Utara tidak tinggal diam. Karena perbuatan dimaksud dinilai merusak citra profesi jurnalis.