NASIONAL
Kapolda Sumsel Minta Segera Tuntaskan Pekerjaan Tahun Lalu
Palembang-Mediaindonesianews.com: Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol A Rachmad Wibowo, S.IK menegaskan kepada semua Kasatker dan Kasatwil jajaran agar segera menuntaskan pekerjaan yang belum tuntas di tahun 2022 lalu.
"Segera Tuntaskan beberapa pekerjaan tahun 2022 yang belum tuntas. Salah satunya adalah pekerjaan untuk mencari solusi atas permasalahan pengelolaan minyak rakyat yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Masalah ini harus segera dituntaskan dengan berkoordinasi dengan gubernur dan jajarannya," tegas Kapolda saat memimpin apel pamen secara Virtual di Auditorium lantai 7 gedung Utama Presisi Mapolda Sumsel.
Lebih lanjut Irjen Pol Rachmad mengatakan, beberapa hal yang harus menjadi perhatian semua Kasatker dan Kasatwil jajaran Polda Sumsel dalam pelaksanaan tugas tahun 2023, adalah perihal penggunaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
"Saya minta semua Kasatker dan Kasatwil lakukan perencanaan penyerapan anggaran sebaik mungkin guna pendukung Program Kapolri yaitu Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan, disemua bidang pelaksanaan tugas seperti pelaksanaan tugas patroli dalam memelihara kamtibmas, maupun pengamanan VVIP dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, juga dalam hal penegakan hukum," katanya.
Ditambahkan Kapolda, saat ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kinerja Polda Sumsel semakin membaik dibanding tahun 2021 yang berada diangka 70%, menjadi 73.33% pada tahun 2022, naik dari urutan ke-11 menjadi urutan ke-8 dari 34 Polda seluruh Indonesia, dan terus diperjuangkan untuk naik, melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat diseluruh bidang, serta ditunjang sikap tampang setiap personel jajaran Polda Sumatera Selatan yang humanis, profesional dan berwibawa.
Tak hanya itu, Kapolda juga menegaskan masalah ancaman kebakaran hutan dan lahan, sebagaimana diketahui kebakaran besar terjadi pada tahun 2015 dan 2019, atau berselang empat tahun, maka tidak menutup kemungkinan pada tahun 2023 ini merupakan periode empat tahun setelah Karhutla besar setelah tahun 2019.
"Berdasarkan perkiraan cuaca tahun 2023 yang diprediksi lebih kering / panas dibanding tahun 2022, oleh karena itu saya memerintahkan seluruh Kapolres jajaran Polda Sumsel untuk melaksanakan 8 kegiatan dan 13 rencana aksi yang telah disusun guna mencegah terjadinya Karhutla. Upaya pencegahan melalui patroli dan sambang Bhabinkamtibmas bersama-sama dengan Babinsa dan stakeholder terkait lainnya, seperti Masyarakat Peduli Api dan Manggala Agni diyakini sebagai metode yang paling efektif dibanding dengan operasi pemadaman yang akan menjadi sangat sulit bilamana terjadi Kebakaran di Lahan Gambut," paparnya. (Hadi)