KABAR DAERAH
Hampar Aspal Hotmix Saat Hujan, Pengerjaannya Dinilai Tidak Penuhi Standar
Taput-Mediaindonesianews.com: Pekerjaan proyek rekonstruksi jalan jurusan Seminarium-Rurajulu di Desa Lobusingkam, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) dinilai dikerjakan asal-asalan. Pasalnya pengerjaan jalan tersebut tidak memperhatikan cuaca. Sabtu (10/12)
“Proyek dengan pagu anggaran Rp 1.149.542.159,99,- terlihat dikerjakan saat hujan, hal ini terlihat dengan jelas badan jalan basah dan becek akibat guyuran hujan seharian, langsung dihampar dengan aspal standart Hotmix.” kata LS salah satu warga.
Bahkan lanjut LS, 3 orang pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Taput tidak melarang penghamparan Hotmix tersebut dan seakan melakukan Pembiaran.
“penghamparan hotmix tidak bisa dilakukan pada saat badan jalan dalam keadaan basah, karena hal itu mempengaruhi kwalitas dari pekerjaan.” Jelasnya.
Menurut LS berdasarkan yang biasanya dketahui, dipadatkan dulu kembali badan jalan menggunakan ban Roller sambil disiram air secukupnya, namun karena sudah hujan tidak perlu lagi di siram, sebelum di hampar lapisan atas Asphalt Treated Base (ATB) atau ACB diperlukan lapis resap pengikat antara Base Course dan ATB yaitu Prime coat dan untuk membersihkan debu menggunakan Air Compressor Fungsi prime coat diantaranya, memberikan daya ikat antara lapis membran agregat dengan campuran Aspal, guna mencegah lepasnya butiran lapis Agregat jika dilalui kendaraan sebelum dilapis aspal mencegah lapis agregat dari pengaruh cuaca.
“pelapisannya menggunakan mesin finisher lalu di padatkan menggunakan mesin TR dan sebelum di hampar lapisan permukaan perlu di cor tack coat lem perekat antara ATB dengan asphalt hotmix dan pembersihan debu dengan Air compressor, akan tetapi saya tidak tau mungkin di pihak rekanan sesuai dengan ketentuan dari pihak DPUTR mungkin berbeda dengan pengetahuan mengenai cara melaksanakan asphalt hotmix” papar LS.
Sementara itu saat dimintai keterangan melalui pesan singkat Kepala DPUTR Taput, Dalan Simanjuntak mengatakan bahwa “Info sian lapangan, pas DT terakhir do i ninna nga sempat aspal tertuang tu finisher hape pittor ro aek sian ginjang i...."
“info dari lapangan katanya sudah sempat aspal tertuang ke finisher padahal terus datang air dari atas” ujarnya, Minggu (11/12)