MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

07 November 2022,    14:29 WIB

Diduga Ada Oknum Wartawan Bagikan Uang Saat Kunjungan Pejabat Terkait Jebolnya Tanggul Kali Bojonggede


JP

Diduga Ada Oknum Wartawan Bagikan Uang Saat Kunjungan Pejabat Terkait Jebolnya Tanggul Kali Bojonggede

Kunjungan Pejabat Terkait Jebolnya Tanggul Kali Bojonggede

Bojonggede-mediaindonesianews.com: Puluhan rumah warga diwilayah Desa Bojong Baru, yang terendam akibat Normalisasi Sungai jebol, dilansir dari Swaradesaku.com, pada tanggal 3 November 2022, sejumlah pejabat baik di tinggkat Kabupaten Bogor, Kecamatan Bojonggede serta pelaksananya turun gunung, hal itu guna memastikan kondisi lapangan, Jum'at (4/11).

Pasalnya, curah hujan yang jatuh dua hari berturut-turut ini, menyebabkan sejumlah rumah warga di Rt 01/01 Desa Bojongbaru terendam banjir dan banyak yang rusak sehingga warga banyak yang sebagian barangnya diungsikan, hal itu disebabkan adanya pekerjaan / kegiatan rehabilitasi kali baru barat Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor.

Yang mana diketahui di kerjakan oleh CV. Galaksi Mitra Abadi dan sebagai konsultan pengawas adalah PT. Alfriz Auliatama dengan nilai kontrak Rp. 9.144.664.000,- (Sembilan Miliar Seratus Empat Puluh Empat Juta Enam Ratus Enam Puluh Empat Ribu Rupiah ) yang sedang dikerjakan sampai saat ini.

Pasca kejadian, Edi Suwito, selaku Camat Bojonggede mengatakan, intinya dari peristiwa semalam saya langsung mengundang para pihak, baik Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pihak pelaksana dan pihak konsultan semua saya undang.

Lebih lanjut dikatakan Edi, sekaligus kita membahas masalah semalam dan upaya mengantisipasi, dikarenakan keselamatan itu bukan hanya keselamatan prosesnya saja, akan tetapi proses keselamatan dilingkungan masyarakat juga harus diperhatikan.

"Yang mana artinya, jangan sampai ada yang terdampak dari program pembangunan itu sendiri," tuturnya.

Dirinya menambahkan, makanya itu hari ini semua pihak saya undang termasuk kita langsung survei lokasi termasuk titik-titik yang perlu kita tanggulangi untuk bisa tidak menimbulkan permasalahan dari masyarakat dan lingkungan.

Ketika disinggung terkait dampak kerugian warga, Edi Suwito menjelaskan, makanya tadi sudah bisa dilihatkan dilokasi antisipasi sudah ditanggulangi, untuk sementara dulu, nantinya secara exsisting (Kondisi keadaan saat itu) harus seperti apa PPK lah yang lebih tahu nanti, pungkasnya.

Sementara itu, Asmandilah selaku PPK dalam Pengerjaan Normalisasi Pekerjaan menjelasakan, Pintu air di Kota Bogor, Kebon Pedes terbuka, sehingga debit air melintas semua, oleh karenanya terjadilah jebol.

"Jadi dapat dibedakan antara hujan dan tidak hujan, saya setuju, tidak hujan jebol dan ini bukan penyempitan kali, akan tetapi apa yang tadi saya katakan, bahwa pintu air Kebon Pedes Kota Bogor, dalam keadaan terbuka sehingga debit air besar, setelah dibuka dan keadaan masih exsisting pak, makanya kunjungan kami bersama pak camat ini untuk memperbaiki metode kerja sehingga tidak terjadi lagi penumpukan material," papar Asmandilah.

Namun ketika disinggung hal yang sama terkait kerugian material dan inmaterial warga yang merasa trauma dengan kejadian jebolnya tanggul, Asmandilah mengatakan belum melihat adanya hubungan.

"Bicara kerugian dalam pekerjaan tersebut, belum ada korelasi ya, namun nantinya kepada pimpinan akan saya laporkan terlebih dahulu, karena pak Camat juga sebagai pimpinan dilapangan, tadinya juga sudah dibahas, sehingga nantinya akan ada langakah-langkah secepatanya, pungkas Asmandilah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Proyek.

Diketahui saat dilokasi, ketika awak media ingin menanyakan kepada pelaksana pekerjaan penyedia jasa dan konsultan pengawas, mereka enggan memberikan komentar seolah berpura pura diam lalu menghilang entah kemana.

Sungguh sangat disayangkan, terpantau salah satu oknum wartawan turut membagi-bagikan uang kepada awak media saat dilapangan, dan hal ini membuat kecurigaan yang mendalam untuk menutupi kekurangan proyek pekerjaan tersebut,

Akibat peristiwa tersebut Advokad Perkumpulan Alianasi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR), Ricad Purba berencana akan melaporkan kepada pihak yang berwajib atas kejadian tersebut.

“Ya betul, dokumentasi dan Saksi dilokasi atas uang tutup mulut pemberitaan akan kami laporkan, saya rasa buktinya sudah cukup,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Asbari salah satu warga korban jebolnya tanggul kali baru barat Bojonggede saat di konfirmasi dirumahnya mengatakan, semenjak adanya proyek pekerjaan ini, dirinya merasa was-was dengan masuknya aliran air yang cukup deras kerumahnya dua hari berturut-turut.

“saya memohon kepada Pemerintah setempat, agar dapat memperbaiki tanggul pekerjaan proyek yang jebol secepatnya, apa lagi saya masih ada anak kecil,” tuturnya.

Sedangkan Sofiah, salah satu korban jebolnya tanggul bojong gede turut menyampaikan kejadian yang menimpa dirinya.

“dengan adanya kejadian ini, saya tidak bisa usaha, rumah saya pada jebol elektronik saya buat usaha pada hancur dan hanyut tergenang air dengan jebolnya tanggul kali Bojonggede. Saya sendiri saya tidak bisa beraktifitas kembali seperti biasa, dikarenakan ketinggian lumpur kali sudah masuk sampai dengan ketinggian 2 meter” ungkapnya. (JP)