MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

20 Oktober 2022,    21:59 WIB

Dua Inspirator Muda Jadikan Budaya Batak File Project


LS

Dua Inspirator Muda Jadikan Budaya Batak File Project

Dua Inspirator Muda Jadikan Budaya Batak File Project

Taput-Mediaindonesianews.com: Frengki Talupan Sihombing dan Hasiando Tambunan adalah dua pribadi yang punya keinginan melestarikan seni Budaya Batak. Hal ini dikatakan mereka saat ditemui di salah satu workshop pengerajin alat musik tradisional Batak di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Rabu, (19/10).

Dua Inspirator Muda Jadikan Budaya Batak File Project

Terlihat keduanya sedang mengamati kepiawaian pemusik dalam memainkan alat musik tradisional Batak seperti Taganing, Hasapi dan Suling (Gendang, Kecapi dan Seruling-red), keduanya Inspirator muda ini serius menonton singkronisasi dari pemusik saat memainkan instrumen musik budaya tradisional Batak.

“budaya Batak dalam bidang seni musik di sekitaran Tapanuli, Kotamadya Sibolga sepertinya sudah hampir dilupakan atau dengan kata lain terpinggirkan.” Ujar Frengki Talupan kepada awak media

Padahal menurut Frengki Kota Sibolga dikenal dengan sebutan “Negeri Berbilang Kaum” sehingga sebagai orang Batak Toba dan putra Tapanuli, Frengki terinspirasi untuk melestarikan Budaya seni Batak di wilayah Tapanuli,dengan mengembangkan berbenah dalam pengembangan sanggar budaya seni.

“Saya lihat perkembangan budaya Batak Toba seperti di wilayah kotamadya Sibolga sudah kurang perhatian, padahal Sibolga dikenal dengan “Negeri Berbilang Kaum” yang artinya berbilang budaya, makanya saya berusaha agar generasi muda bisa berperan mengembangkan seni budaya Batak” katanya.

Menurut Frengki walaupun dirinya tidak bisa bermain musik namun ia adalah penikmat seni dan sebagai orang Batak punya tanggung jawab untuk melestarikan dan mewariskan budaya Batak.

Sementara itu Hasiando Tambunan (26) yang saat ini sedang menempuh Strata-II di USU mengatakan bahwa melestarikan Budaya Batak bisa dilakukan melalui sekolah sekolah dan sanggar seni, baik secara pangelaran maupun secara adat istiadat orang Batak dan pelestarian Budaya Batak nantinya akan menjadi file project yang dibiayai sendiri.

“Kedepan pelestarian Budaya seni Batak menjadi file project bagi yayasan, karena itu kita akan dirikan sanggar seni, dimana nantinya para generasi muda akan tetap mengenal alat alat musik seni budaya tradisional Batak” kata pimpinan Yayasan Pendidikan SMK.*** (LS)