MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

29 September 2022,    19:15 WIB

4 Tengkorak Manusia di Temukan di Aliran Sungai Situmandi


LS

4 Tengkorak Manusia di Temukan di Aliran Sungai Situmandi

4 Tengkorak Manusia di Temukan di Aliran Sungai Situmandi

Taput-Mediaindonesianews.com: Warga sekitar sungai Aek Situmandi Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara (Taput) menemukan tulang belulang dan 4 tengkorak manusia di dalam peti yang terbuat dari pohon enau yang sudah kelihatan usang, Selasa (27/9).

4 Tengkorak Manusia di Temukan di Aliran Sungai Situmandi

Ke 4 tengkorak tersebut ditemukan oleh Edu Tarihoran (69) sewaktu akan mencari besi bekas untuk diperjual belikan dan saat di daratan kering di pinggir sungai, ia melihat ada batang pohon enau yang sudah membusuk muncul ke atas dan diapun penasaran untuk mengetahui hal tersebut. Setelah mendekat dan membuka batang pohon tersebut terlihat tengkorak manusia di dalam.

“saya pun pulang dan menceritakan penemuan tersebut kepada tetangga, karena hari sudah sore menjelang malam, warga sekitar memutuskan untuk melihat apa yang saya temukan tersebut keesokan harinya dengan didampingi petugas kepolisian.” katanya

Keesokan harinya, Rabu (28/9) warga sekitar didampingi petugas kepolisian dari Polres Taput dan Polsek Sipoholon turun ke pinggir sungai untuk melihat penemuan tersebut.

Setelah peti mati yang terbuat dari batang pohon enau tersebut dibuka terlihat di dalamnya ada tengkorak manusia yang dinilai telah berusia lebih dari 200 tahun dan diduga kuat merupakan leluhur marga Hutagalung.

Terkait temuan tersebut, Kepala Desa Diraja Hutagalung, Japatar Hutagalung kepada Petugas Kepolisian mengatakan bahwa tengkorak tersebut diyakini tengkorak dari keluhur mereka keturunan dari marga Hutagalung yang dikebumikan sekitar 200 tahun yang lalu.

Alasanya untuk menyampaikan hal tersebut, bahwa

“dulunya sungai ini tidak selebar yang saat ini. Jadi pinggiran sungai ini dulunya tempat bercocok tanam warga desa kami, serta sebahagian membuat menjadi lokasi penguburan nenek-neneknya. Akibat perubahan ekosistim, debit air semakin besar dan pinggiran sungai pun terkikis sehingga lahan bercocok tanam dan pekuburan pun jadi aliran sungai dan saya meyakini, bahwa tengkorak itu bukan lah tengkorak yang ada hubungannya dengan tindak pidana.” paparnya

Oleh karena itu, lanjut Kepala Desa masyarakat dan pengetua desa Siraja Hutagalung, meminta agar pihak kepolisian menunggu upaya penelusuran atas asal usul kerangka tengkorak tersebut yang nantinya akan dimakamkan secara layak di tempat pemakaman umum melalui prosesi adat.

Atas permintaan Kepala Desa dan Masyarakat, Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi, SH., MH memberikan apresiasi atas keperdulian dan antusias warga akan rencana pemindahan tengkorak tersebut ke penguburan umum dengan melakukan penelusuran sejarah serta melakanakan upacara adat.(LS)