MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

30 November 2021,    14:35 WIB

Saat Ini UMKM Dalam Fase Bertahan, Bangkit, Tumbuh Lagi


Tim Red

Saat Ini UMKM Dalam Fase Bertahan, Bangkit, Tumbuh Lagi

Saat Ini UMKM Dalam Fase Bertahan, Bangkit, Tumbuh Lagi

Bali-mediaindonesianews.com: Sektor usaha menjadi bagian paling terdampak akan pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan. Hampir dua tahun sektor ini lesu, bahkan tak sedikit para pelaku usaha tidak sanggup lagi bertahan dan akhirnya menutup usahanya.

Saat Ini UMKM Dalam Fase Bertahan, Bangkit, Tumbuh Lagi

Pada April 2020, dalam survei Komunitas UMKM Naik Kelas menyebutkan 83% UMKM berpotensi bangkrut. Survei keempat dilakukan pada bulan Agustus 2021, yang hasilnya di rilis pada September ini. Terdapat 19% UMKM yang sudah bangkrut, atau 11 juta UMKM yang sudah tutup usahanya, dan masih ada 21,4% UMKM yang berpotensi bangkrut. Bagi mereka yang masih tetap bertahan, berbagai cara dilakukan agar usahanya tetap berjalan. Sembari menanti pandemi ini berakhir berbagai upaya terus dilakukan agar minat konsumen terus tumbuh untuk membeli produk yang dipasarkan.

Founder OK OCE, Indra Uno mengatakan bahwa, sekarang prioritas kita adalah bertahan, ada beberapa yang tumbuh, tapi prioritas kita adalah bertahan. Bertahan artinya omset tidak naik-naik, kadang malah turun.

“Namun, perlu diperhatikan prioritas kita setelah bertahan harus mulai bangkit, ciri-ciri bangkit yakni ngga usah neko-neko, omset naik” ujarnya dalam seminar yang dilaksanakan Seven Stones Indonesia bersama OK OCE Indonesia di Sense Hotel, Seminyak, Bali, Jumat (26/11).

Lebih lanjut Indra juga menambahkan bahwa, saat ini UMKM dalam fase Bertahan, Bangkit, Tumbuh Lagi.

Sementara itu Founder Seven Stones Indonesia, Terje H Nielsen, menjelaskan bahwa bagi pelaku usaha yang juga tengah bertahan, khususnya dalam pemasaran ada lima tips untuk pemasaran media sosial, yakni Pilih platform yang tepat untuk audience, buat akun yang mewakili merk, buat konten yang mendidik dan menarik secara konsisten, promosikan, berinteraksi dengan pengikut.

Bentuk dari interaksi ini nantinya juga bisa menentukan siapa yang akan membeli produk Anda.

"Anda perlu mengetahui siapa segmen anda,"katanya.

Sementara itu, CFO Seven Stones Indonesia, Ridwan Zachrie menambahkan bahwa hal yang tidak kalah penting bagi pelaku usaha, salah satunya adalah akses pinjaman atau pendanaan. 

“Mulai dari diri kita untuk pencatatan pembukuan. Pencatatan keuangan ini bisa menjadi salah satu strategi dalam pengambilan keputusan untuk usaja kita kedepannya," ungkap Ridwan.

Sedangkan CEO Seven Stones Indonesia, Per Fredrik Ecker, memaparkan mengenai pentingnya pelaku usaha untuk melakukan analisa megenai Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Hambatan atau lazimnya dikenal sebagai Analisa SWOT atas bidang usaha yang akan ditekuni sehingga target bisnis bisa terukur dan tercapai dengan baik.

Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE, mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan tahapan yang ada dalam gerakan sosial OK OCE, 7 Tahapan OK OCE Menuju Prima (TOP), salah satu tahapannya adalah pelaporan keuangan.

“Komunitas penggerak yang ada di Bali, nantinya bisa ikut dalam 7 TOP. Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perizinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan, serta Akses Permodalan,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Iim bahwa, 7 tahapan ini dapat membantu bagi pelaku usaha yang baru mulai usaha atau mereka yang ingin naik kelas” pungkasnya.

Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut ini dihadiri komunitas penggerak OK OCE DC, OK OC Andalan dan HRA Academy serta memberikan pencerahan bagi pelaku UMKM di Bali. (Tim Red)