MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

01 Agustus 2021,    12:11 WIB

Tagana Sragen dan Relawan Gabungan Berikan Pemusalaran Gratis


Tim Red

Tagana Sragen dan Relawan Gabungan Berikan Pemusalaran Gratis

Tagana Sragen dan Relawan Gabungan Berikan Pemusalaran Gratis

Sragen-mediaindonesianews: Dugaan pungutan liar (Pungli) atas pemakaman jenazah covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menjadikan pelajaran bagi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sragen dengan mengratiskan segala biaya bagi jenazah covid-19

Tagana Sragen dan Relawan Gabungan Berikan Pemusalaran Gratis

Staf Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI, Prabu Krisno mengatakan bahwa untuk memberikan pelayanan dan pemulasaran gratis bagi jenazah covid-19 di Kabupaten Sragen.

“Menyikapi hal tersebut, kami mengarahkan Tagana Sragen untuk siap memberikan pemulasaran gratis, karena selama ini Tagana Sragen terlihat aktif dalam kegiatan pemakaman” ujarnya

Senada dengan Prabu Krisno, Kukuh, anggota Tagana Sragen menyikapi arahan tersebut dengan bekerjasama dengan Relawan Gabungan Covid-19 yang dikoordinir oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen.

Tagana Sragen dan Relawan Gabungan Berikan Pemusalaran Gratis

“Saya harap di Kabupaten Sragen tidak ada pungli dalam pemakaman jenazah Covid-19, untuk itu kami menghimbau masyarakat Kabupaten Sragen dapat terbuka dan menghubungi Relawan Gabungan Covid-19 apabila ada jenazah Covid-19 yang akan dimakamkan. Melalui PSC Kabupaten Sragen dengan menghubungi 119 atau 0271 890119. Semoga dengan ini tidak adalagi Pungli dalam pemakaman jenazah Covid-19 yang harus diilakukan secara prokes.” pungkasnya.

Seperti diketahui belum lama ini terjadi pungli saat satu keluarga asal RT 002/RW 003 Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, akan memakamkan kerabatnya yang positif Corona, Kamis (29/7).

Mereka dimintai uang senilai Rp 6 juta oleh oknum penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Daksinoloyo, Danyung, Grogol, Sukoharjo, meski TPU tersebut dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Ketua RT 002/RW 003 Kelurahan Kedunglumbu, Sardjiman, mengisahkan keluarga jenazah pasien corona tersebut mayoritas berada di luar Pulau Jawa. Sardjiman mendapatkan amanah mengurus pasien saat mulai sakit hingga meninggal dunia. Keluarga yang berada di Solo adalah keluarga jauh.

Jenazah tiba Kamis malam di TPU Daksinoloyo tapi saat ambulans belum tiba, keluarga yang sudah berada di lokasi ditanya oleh penggali kubur, pemakaman dengan protokol kesehatan? Tidak, jawabnya, tidak karena hanya sakit gejala paru-paru,” katanya mengawali cerita dugaan pungli pada keluarga pasien corona di Solo itu saat dihubungi Team Media Tagana, Jumat (30/7).

Setelah ambulans pembawa jenazah tiba, para penggali pemakaman kaget lantaran harus dilakukan dengan protokol kesehatan. Para penggali kubur itu lantas meminta uang senilai Rp 6 juta kepada keluarga jenazah sebagai uang lelah. Keluarga mencoba bernegosiasi dan sepakat memberi Rp 5 juta. (Candra)