KABAR DAERAH
Drs. Nikson Nababan, M.Si:
Tapanuli Utara-mediaindonesianews.com: Acara seminar HKBP dengan topik “Leadership & Mission for Tourism dengan Pilot Project Agrowisata berbasis Integrated Farming”, di Aula Jetun Silangit Kecamatan Siborong-borong, Senin (26/07). Hadir sebagai narasumber Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si bersama Pdt. Dr. Robinson Butarbutar didampingi Staf Ahli Administrasi Umum Donna Situmeang, Kadis Pertanian Sondang Ey Pasaribu dan beberapa Pimpinan OPD. Adapun narasumber lainnya Pdt.Dr. Enig S. Aritonang, Pdt. Andar G. Pasaribu, BPODT Jimmy B. Panjaitan dan Dr. Imam Santoso Kepala House of Bread.
"Saya sangat apresiasi acara seminar ini dengan topik yang sangat menarik. Kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah dan gereja dalam wujudkan visi mewujudkan Taput sebagai lumbung pangan dan daerah tujuan wisata," ujar Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si dalam sambutannya.
Bupati Nikson Nababan, berharap kolaborasi diawali dari hal-hal kecil. Bagaimana HKBP menggerakkan jemaat HKBP sebagai pelaku pelaku wisata dalam hal-hal kecil seperti membersihkan Irigasi yang tersumbat di lingkungan rumahnya dan membabat rumput di sekitar pekarangan rumahnya.
“Agrowisata ini menjadi Triger bagi Tapanuli Utara karena Danau Toba tidak bisa sendiri dan kita harus memiliki hal menarik lainnya untuk dikunjungi wisatawan. Wisatawan datang, Ada Danau Toba yang ingin dinikmati, ada laut di Nias dan kita ciptakan Agrowisata yang menarik. Dalam waktu dekat, kita akan ciptakan Agrowisata nenas di Kecamatan Sipahutar. Kita sudah rencanakan itu. Tiap kecamatan one village one product,” paparnya.
Lebih lanjut Bupati Nikson menyampaikan bahwa, disamping agrowisata sebagai Triger, kita juga bergerak di dunia pendidikan. Mendidik secara formal sudah ada Paud/TK, SMP, SMK. Tinggal usaha kita bagaimana ada universitas ada disini. Ini juga menjadi Triger untuk kemajuan Taput secara cepat.
“Agrowisata adalah, aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Agrowisata memiliki beragam variasi, seperti wisata petik buah, memberi makan hewan ternak. Sementara sadar wisata adalah sebuah bentuk partisipasi serta dukungan masyarakat dalam mendorong iklim yang kondusif terhadap tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan disuatu wilayah.” pungkasnya
Acara dilanjutkan penanaman pertama pohon berbuah, bibit jeruk di lokasi Agrowisata sebagai Pilot Project, Jetun HKBP. (lian)