KABAR DAERAH
Jelang Idul Fitri Pemkot Bekasi Pantau Pusat Perbelanjaan
Kota Bekasi-mediaindonesianews.com: Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pemerintah Kota Bekasi, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) melakukan monitoring evaluasi (Monev) pada pusat-pusat perbelanjaan, hal ini dilakukan guna memantau penerapan Protokol Kesehatan, Selasa (4/5).
Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 556/570/SET.COVID-19 tentang PPKM berbasis mikro dalam upaya penanganan dan pengendalian penyebaran Korona di Kota Bekasi pada sektor jasa usaha, kepariwisataan, hiburan dan perdagangan (area publik).
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri, Nanang Qosim mengatakan bahwa, kegiatan Monev dilakukan untuk melihat sejauh mana pusat-pusat perbelanjaan mematuhi Protokol Kesehatan.
“Rutin seperti tahun lalu, kami lakukan Monev kelapangan, melihat penerapan Prokes dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dapat dipastikan dijalankan dengan patuh serta bertanggung jawab,” ujar Nanang.
Lebih lanjut Nanang menjelaskan bahwa menjelang Idul Fitri, pusat-pusat perbelanjaan menjadi sasaran utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, tentunya ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.
“hal tersebut menjadi perhatian khusus Pemkot Bekasi, pusat-pusat perbelanjaan menjadi sasaran yang paling dikunjungi masyarakat. Jangan sampai ini malah menjadi pusat penyebaran Covid-19, dengan melakukan Monev kita dapat memantau dan memastikan betul Prokes dilaksanakan,” katanya.
Nanang mengimbau agar pusat-pusat perbelanjaan dapat mematuhi peraturan pemerintah dengan menerapkan Prokes.
"Diterapkan dengan sungguh-sungguh demi keselamatan dan kesehatan kita bersama, jangan sampai ini menjadi klaster baru," jelas Nanang.
Sementara Center Director Summarecon Mall Bekasi (SMB), Ugi Cahyono mengatakan bahwa, pihaknya sangat mendukung dan mematuhi peraturan pemerintah, dengan membuat mekanisme Prokes.
"Kami tentunya sangat mematuhi peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah, kami telah membuat mekanisme Protokol Kesehatan yang tentunya dapat melindungi pengunjung maupun karyawan, terkait Pembatasan pengunjung kami sudah memiliki sistem sehingga semua terdata dan kapasitas pengunjung sudah dipastikan dapat kita pantau," pungkasnya. (tim Red)