KABAR DAERAH
Istimewa
Bangli–Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli menerima kucuran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung untuk rekonstruksi sejumlah ruas jalan kabupaten. Namun, dari sembilan ruas jalan yang diusulkan, tiga proyek rekonstruksi terpaksa ditunda karena berbagai kendala teknis dan waktu pengerjaan yang terlalu mepet.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Bangli, Dewa Agung Surya Darma, menjelaskan bahwa pihaknya awalnya mengusulkan sembilan kegiatan rekonstruksi jalan melalui anggaran BKK Badung tahun ini. Usulan tersebut meliputi beberapa ruas strategis, diantaranya, Sekaan – Batur. Kedisan – Trunyan. Kayu Selem – Plemek. Petak – Jelelungkang. Jalan Brigjen Ngurah Rai. Serai – Bunutin. Bungbung Kelambu – Songan. Belancan – Bukih
“Total anggaran yang kita usulkan untuk rekonstruksi sembilan ruas jalan tersebut sebesar Rp 46,5 miliar,” ujarnya, Jumat (21/11).
Namun setelah proses tender berjalan, tiga kegiatan rekonstruksi dipastikan tertunda, yakni, Kedisan – Trunyan (Pagu Rp 6 miliar). Kayu Selem – Plemek (Pagu Rp 3 miliar) dan Belancan – Bukih (Pagu Rp 4 miliar)
Menurut Surya Darma, ruas Kedisan–Trunyan tak memungkinkan dikerjakan tahun ini karena waktu pengerjaan yang terlalu singkat sehingga dikhawatirkan tak dapat selesai tepat waktu. Sementara dua proyek lainnya gagal terlaksana karena tidak ada rekanan yang mengajukan penawaran, membuat proses lelang otomatis batal.
“Tertundanya kegiatan lebih karena waktu pengerjaan yang mepet, ditambah medan yang berat sehingga membutuhkan waktu panjang,” jelasnya.
Meski begitu, enam kegiatan rekonstruksi lainnya tetap berjalan. Ia memastikan SK Bupati Badung mengenai penetapan anggaran telah diterbitkan, dengan total nilai Rp 32,5 miliar untuk enam ruas jalan yang siap dikerjakan.
Terkait transfer dana, Surya Darma menegaskan bahwa anggaran BKK belum ditransfer, tetapi seluruh dokumen pendukung dan keputusan alokasi telah diterbitkan sehingga proses di lapangan dapat segera dimulai.
“Kami optimis enam kegiatan rekonstruksi jalan bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.
Pemkab Bangli berharap percepatan pembangunan infrastruktur jalan ini mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, terutama di daerah-daerah dengan akses yang sebelumnya terbatas.