KABAR DAERAH
istimewa
Taput-Mediaindonesianews.com: Upaya percepatan peningkatan gizi anak sekolah di Kabupaten Taput kembali diperkuat. Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si mendampingi Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan, S.IK., M.T.C.P saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Taput di Asrama Polisi Jalan K.S. Tubun, Tangsi, Rabu (29/10).
Kunjungan kerja Wakapolda disambut Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, beserta jajaran. Turut hadir mendampingi Wakapolda, Ny. Martina Rony Santana, Kabid Tik Kombes Pol Dr. M. Adenan AS, SH., S.IK., MH., Karo Rena Kombes Pol Adhy Fandy Arryanto UH, S.IK., SH., serta Karumkit Bhayangkara Medan Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG dan para istri.
Peluncuran SPPG Polres Taput menjadi langkah sinergis antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Bupati Taput menyampaikan apresiasinya terhadap Polri yang terus hadir mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar.
“Proses pembangunan SPPG di Taput telah menjangkau hampir 45 ribu siswa atau sekitar 50 persen penerima manfaat di daerah ini. Selain itu, percepatan revitalisasi sekitar 90 sekolah terus dipacu agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” ujar Bupati.
Wakapolda Brigjen Pol. Rony Samtana Tarigan menegaskan Polri berkomitmen menjaga kualitas dan keberlanjutan program MBG melalui SPPG. Ia menyebutkan, di Sumatera Utara telah beroperasi 21 unit SPPG, 101 unit sedang dibangun, dan 80 unit lainnya dalam tahap perencanaan.
“Program ini bukan hanya memastikan pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” tegasnya.
Wakapolda mengapresiasi jajaran Pemerintah Kabupaten Taput dan Polres Taput yang aktif dalam mempercepat hadirnya layanan gizi ini. SPPG Polres Taput ditargetkan melayani 1.762 penerima manfaat dari 23 sekolah di wilayah tersebut.
Brigjen Rony juga menekankan kedisiplinan dalam pelaksanaan SOP SPPG yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran prosedur. Seluruh tahapan wajib sesuai standar, termasuk security food dan kelayakan gizi. Bhayangkari akan turut melakukan monitoring langsung terhadap kualitas makanan,” tegasnya.
Dengan peluncuran ini, Pemerintah Kabupaten Taput berharap sinergi lintas lembaga terus menguat sehingga target penurunan stunting dan peningkatan kualitas SDM dapat tercapai lebih cepat. (LS)