KABAR DAERAH
istimewa
Taput–Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) mulai mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Unggulan Berbasis Kompetensi melalui kegiatan brainstorming yang dibuka oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Hutabarat, S.Si., M.Si., didampingi Wakil Bupati, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati, Tarutung, Senin (27/10).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan dan manajemen rumah sakit, yaitu dr. Yanuar Jak, Sp.OG, MARS, Ph.D, FISQua, dan Dr. Tiopan Sipahutar, SKM, MKM. Direktur RSUD Tarutung Bobby Sipahutar, OPD terkait, serta konsultan perencanaan infrastruktur dan kesehatan turut mengikuti pembahasan.
Dalam arahannya, Bupati Jonius menekankan bahwa perencanaan rumah sakit harus mengacu pada kebutuhan pelayanan kesehatan masa depan.
“Tim yang bekerja dalam kegiatan ini tidak berpikir tentang rumah sakit masa kini, tetapi rumah sakit masa depan. Seperti apa konsepnya dan siapa pengguna jasanya harus dipikirkan sejak awal,” ujar Bupati.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan memberikan masukan konstruktif demi kesempurnaan kajian rencana pembangunan.
“Kita targetkan pembangunan dapat dimulai tahun depan dan diperkirakan selesai dalam dua hingga tiga tahun. Setiap kendala pasti ada solusinya, asal semua berpikir positif dan berkontribusi aktif,” ucapnya.
Wakil Bupati Deni Lumbantoruan menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit unggulan tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah, terutama dalam mendukung sektor pariwisata dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Rumah sakit ini bukan hanya untuk Tapanuli Utara, tetapi untuk kawasan Tapanuli Raya. Pelayanan kesehatan yang baik mendukung investasi pemerintah di bidang pariwisata dan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Bupati.
Ia menambahkan bahwa pembangunan harus mempertimbangkan aspek infrastruktur dan peningkatan kompetensi tenaga medis.
“Kita ingin rumah sakit ini menjadi rujukan bagi masyarakat, bahkan mampu menarik pasien dari luar daerah. Kehadiran para ahli sangat penting untuk memastikan tata kelola dan layanan medis siap bersaing,” tutupnya.
Kegiatan brainstorming akan menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis pembangunan rumah sakit yang ditargetkan menjadi fasilitas kesehatan unggulan di wilayah Tapanuli Raya. (LS)