KABAR DAERAH
Istimewa
Taput–Mediaindonesianews.com: Bupati Tapanuli Utara (Taput), Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (27/10). Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap awal pekan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng., para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, serta seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Taput.
Dalam arahannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan perlunya perubahan pola pikir dan peningkatan produktivitas di kalangan ASN. Ia mendorong seluruh pimpinan OPD untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan kementerian dan lembaga pusat guna memperkuat dukungan anggaran maupun program.
“Saat ini sistem kita desentralisasi. Karena itu, setiap pimpinan OPD harus aktif menjalin komunikasi dengan kementerian. Kalau kita tidak aktif, kita tidak akan mendapat apa-apa. Bangun jejaring, bangun komunikasi, dan jemput bola,” tegas Bupati.
Bupati juga mengingatkan bahwa kinerja ASN harus dilandasi etika kerja yang baik, rasa syukur, serta komitmen terhadap pelayanan publik.
“Jangan menunggu dapat uang dulu baru mau kerja. Bekerjalah dengan hati, karena dari situlah rezeki datang. Kita harus bersyukur sudah diberi kesempatan menjadi PNS dan ASN,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya produktivitas nyata dari setiap individu ASN.
“Kita harus malu kalau tidak ada hasil kerja kita. Jangan sampai keberadaan kita di kantor tidak memberi dampak apa-apa. Jadilah orang yang dicari, orang yang dapat diandalkan,” imbuhnya.
Terkait peningkatan kompetensi, Bupati menginstruksikan BKPSDM untuk menyiapkan anggaran pelatihan kepemimpinan bagi pejabat eselon sesuai jenjang jabatan. Selain itu, penilaian kinerja menyeluruh akan diterapkan kepada ASN dan PPPK.
“Ke depan, pejabat eselon harus mengikuti pelatihan kepemimpinan sesuai jenjangnya. Tujuannya agar pimpinan mampu merencanakan dan mengelola kegiatan secara efektif,” jelasnya.
Bahkan Bupati menegaskan akan ada evaluasi terhadap kinerja PPPK pada tahun mendatang.
“Bagi 25 persen yang tidak memenuhi nilai, statusnya akan disesuaikan menjadi PPPK paruh waktu. Ini bukan hukuman, tapi bentuk penilaian objektif agar semua bekerja dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Di sisi lain, Bupati mengungkapkan adanya pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) secara nasional, sehingga seluruh perangkat daerah dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program pembangunan.
“Ini tantangan bagi kita. Jangan hanya menunggu, tapi berinovasilah. Gunakan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk membantu memberi ide dan solusi dalam bekerja,” pesannya.
Menutup arahannya, Bupati kembali mengajak seluruh ASN untuk bertransformasi menjadi aparatur yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada pelayanan.
“Sudah delapan bulan kami memimpin, saya belum banyak melihat ide-ide kreatif dari OPD. Mari berubah. Jadilah ASN yang inovatif, karena teknologi sudah membuka banyak jalan untuk kita berkreasi,” pungkasnya. (LS)