KABAR DAERAH
Istimewa
Rembang-Mediaindonesianews.com: Festival Kota Pusaka Lasem 2025 menjadi ajang perayaan budaya sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Gelaran yang berlangsung di Alun-Alun Lasem, Rabu (10/9) hingga Minggu (14/9), menghadirkan program penjualan pangan murah yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, bersama Danramil 06 Lasem, Kapten Czi Asmubin, memantau langsung pelaksanaan program tersebut. Mahfudz menegaskan bahwa pangan murah di tengah festival bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan menekan gejolak harga kebutuhan pokok.
“Festival ini tidak hanya menampilkan wajah budaya dan sejarah Lasem sebagai kota pusaka, tetapi juga menjadi momentum nyata untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau,” ujar Mahfudz.
Kapten Czi Asmubin menambahkan, TNI memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat TNI penting agar manfaat program bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat dari cepatnya komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam terjual. Banyak pengunjung mengaku terbantu dengan harga yang lebih rendah dibandingkan pasaran.
Selain program pangan murah, Festival Kota Pusaka Lasem menampilkan pagelaran seni budaya, pameran UMKM, dan kuliner khas Lasem. Kehadiran pangan murah menegaskan peran festival sebagai ajang pelestarian budaya sekaligus sarana gotong royong pemerintah dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal. (AndiZ)