KABAR DAERAH
istimewa
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar mengecam keras pernyataan pihak Polda Bali yang menyebut aksi demonstrasi di Bali dilakukan oleh "pendatang". Pernyataan tersebut dinilai sarat muatan SARA dan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Ketua HMI Cabang Denpasar, Zidni Ferdinand Yusuf, menegaskan bahwa sebagai institusi negara, Polda Bali seharusnya bersikap lebih bijaksana dalam menyampaikan pernyataan ke publik.
“Sebagai institusi negara, seharusnya Polda Bali lebih bijaksana dalam melontarkan pernyataan. Sudah semestinya Polda memiliki semangat menjaga keutuhan bangsa sekaligus menghargai keberagaman masyarakat Indonesia,” tegas Zidni dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Selasa (2/9).
Ia memperingatkan, pernyataan aparat yang menyinggung asal-usul massa aksi berpotensi menimbulkan dampak serius.
“Pernyataan seperti itu bisa memicu efek domino berupa konflik horizontal yang mengancam persatuan masyarakat Indonesia, khususnya di Bali,” imbuhnya.
HMI Cabang Denpasar menyerukan kepada seluruh aparat penegak hukum untuk mengedepankan sikap profesional, humanis, dan menghormati nilai-nilai persatuan dalam merespons dinamika sosial politik di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Bali belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut. (jrobudi)