MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

18 Agustus 2025,    15:09 WIB

Bupati dan Kapolres Blora Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak


AndiZ

Bupati dan Kapolres Blora Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak

istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Kobaran api dari sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, belum juga padam hingga Senin siang (18/8). Tragedi yang terjadi sehari sebelumnya telah menelan tiga korban jiwa dan memaksa puluhan warga mengungsi, meninggalkan kampung yang kini diselimuti asap hitam pekat.

Bupati dan Kapolres Blora Tinjau Lokasi Kebakaran Sumur Minyak

Bupati Blora Arief Rohman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lokasi kebakaran pada Senin pagi. Kehadiran mereka tidak hanya untuk meninjau titik api, tetapi juga memberikan santunan serta dukungan moril kepada keluarga korban.

“Atas nama pemerintah dan pribadi, kami menyampaikan belasungkawa mendalam. Prioritas utama adalah memadamkan api dan memastikan keselamatan warga,” ujar Bupati Arief.

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (17/8) sekitar pukul 12.30 WIB itu bermula dari aktivitas pengeboran minyak yang memicu percikan api. Percikan dengan cepat menyambar rumah warga hingga menyebabkan ledakan. Tiga korban tewas, masing-masing Tanek (60), Wasini (50), dan Sureni (52). Sementara itu, dua korban lain, Yeti (27) dan anak balitanya, masih menjalani perawatan intensif di RS Sardjito Yogyakarta dalam kondisi kritis.

Selain korban jiwa, satu rumah rusak berat, tiga rumah lain mengalami kerusakan sedang, dan sedikitnya 50 kepala keluarga terpaksa mengungsi. “Kami sudah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak,” jelas Bupati.

Pemkab Blora bersama BPBD, Damkar, Satpol PP, serta Baznas telah mengevakuasi warga dan mengamankan ternak milik penduduk. Enam sapi dan tiga kambing berhasil diselamatkan dari kobaran api. Namun, hingga Senin siang, api masih berkobar dengan kepulan asap tebal membumbung tinggi di atas pemukiman.

Bupati Arief menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Gubernur Jawa Tengah. Pertamina serta SKK Migas menurunkan bantuan teknis, termasuk rekomendasi pengurugan sumur menggunakan tanah dengan bantuan eskavator, serta pemantauan drone untuk mempercepat pemadaman.

BPBD bersama Damkar juga berupaya memutus aliran limbah minyak guna mencegah api merembet ke area yang lebih luas.

Dalam tinjauannya, Bupati Arief mengingatkan warga agar tidak lagi melakukan pengeboran minyak tanpa izin. “Ini memang sumur masyarakat, tetapi belum legal. Kami menghimbau agar aktivitas dihentikan dan menunggu izin resmi sesuai regulasi terbaru. Apalagi lokasinya berada di tengah pemukiman, sangat rawan bahaya,” tegasnya.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menambahkan bahwa pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. “Setelah api berhasil dipadamkan, tim Labfor Polda Jateng akan melakukan penyelidikan mendalam. Kami juga akan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Tragedi di Dukuh Gendono kembali menyoroti bahaya laten sumur minyak ilegal di Indonesia. Meski menjadi mata pencaharian sebagian warga, aktivitas tanpa standar keamanan ini berulang kali berujung pada bencana mematikan. (andiZ)