KABAR DAERAH
Dede Agusta
Bangli-Mediaindonesianews.com: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bangli mengakui kerusakan jaringan irigasi terjadi hampir di seluruh daerah irigasi (DI) di wilayahnya. Kerusakan disebabkan saluran yang sebagian besar masih tradisional (tanah) serta jaringan permanen dari beton yang rusak akibat usia dan gangguan seperti dirusak kepiting.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Bangli, Dede Agusta, menjelaskan bahwa dari 46 DI yang ada, kerusakan terparah terjadi pada saluran tanah. Menanggapi sorotan DPRD terkait kerusakan jaringan di Subak Bangkiangsidem, Kecamatan Tembuku, yang telah berlangsung lebih dari lima tahun, ia memastikan rehabilitasi akan dilakukan tahun ini melalui Dana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.
Selain Bangkiangsidem, rehabilitasi juga dilakukan di Subak Mundung, Kecamatan Susut, masing-masing dengan anggaran Rp200 juta.
“Proses pengadaan sedang berjalan, pelaksanaan fisik diharapkan dimulai bulan ini,” ujarnya, Rabu (13/8).
Sebelumnya, anggota DPRD Bangli, I Made Sudiasa, menilai kerusakan jaringan irigasi mengancam ketahanan pangan. Ia meminta kewenangan pengelolaan irigasi sepenuhnya diserahkan kepada Dinas PUPR agar penanganan lebih efektif.
Kondisi ini memukul para petani yang terpaksa mengalihkan lahannya.
“Terpaksa kami tanami durian dan membeli beras karena tak bisa bertanam padi,” keluh Wayan Soma, petani asal Bangkiangsidem. (JroBudi)