KABAR DAERAH
istimewa
Blora-Mediaindonesianews.com: IPB University mengambil langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan dengan menggelar pelatihan manajemen pengairan lahan kering di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (9/8). Kegiatan yang diikuti 50 petani dari Desa Bajo, Sambong, dan Kradenan ini difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian padi, buah, dan sayur organik.
Pelatihan diprakarsai oleh Dosen Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, yang diketuai Prof. Bayu Krisnamurthi, melalui program Dosen Pulang Kampung. Inisiatif ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan petani.
"Blora sebagai kabupaten organik memiliki potensi besar. Saat ini beras organik sudah berkembang, dan ke depan harus didorong buah-buahan organik agar Blora menjadi pusat buah organik di Indonesia," ujar Prof. Bayu.
Peserta mendapat materi strategis terkait pengelolaan air dan penguatan kelembagaan, termasuk praktik manajemen pengairan berbasis digital dari Dwinanto, Kepala Desa Krandegan, Purworejo, yang pernah meraih Penghargaan Digital Terbaik Nasional dari APDESI. Selain itu, Emilia Tri Setyowati, Executive Director Trubus sekaligus Executive Secretary Bina Swadaya, memaparkan strategi menuju “Blora Kabupaten Organik” dengan menekankan pentingnya ekosistem pendukung di tingkat lokal.
Sebagai bentuk komitmen, Trubus Bina Swadaya menyerahkan bantuan bibit buah secara simbolis kepada Kepala Desa Bajo untuk mendorong diversifikasi usaha tani. Pelatihan ditutup dengan pemaparan Tim IPB University mengenai penguatan kelembagaan pengelolaan air yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Bupati Blora Arief Rohman yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi penuh terhadap program ini, menyebutnya sebagai langkah konkret menuju pertanian tangguh dan berkelanjutan di Blora. (andiZ)