KABAR DAERAH
istimewa
Lombok-Mediaindonesianews.com: Hamparan pasir putih dan laut biru jernih di Tanjung Aan, Lombok Tengah, sebentar lagi akan memiliki “tetangga baru”. Sebuah hotel bintang lima dengan nilai investasi fantastis, Rp2,1 triliun, tengah dipersiapkan untuk dibangun. Kehadirannya digadang-gadang mampu mengubah wajah kawasan ini menjadi destinasi wisata eksklusif yang bisa bersaing dengan Bali dan destinasi premium dunia lainnya.
Selain menjadi ikon baru, proyek ini diharapkan memicu geliat ekonomi lokal. Mulai dari terciptanya lapangan kerja bagi warga, meningkatnya peluang usaha, hingga tumbuhnya sektor pendukung seperti kuliner dan kerajinan tangan khas Lombok.
“Kita ingin melihat pembangunan yang tidak hanya indah di atas kertas, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Aweng, Ketua Prabowo Gibran Center, yang menegaskan akan mengawal prosesnya.
Namun, di balik janji kemewahan, ada PR besar yang tak boleh diabaikan: menjaga kelestarian alam. Garis pantai yang selama ini menjadi kebanggaan warga harus tetap bisa diakses publik, sementara ekosistem laut dan daratan mesti terlindungi dari dampak negatif pembangunan.
Tanjung Aan kini berada di persimpangan: menjadi surga wisata kelas dunia sekaligus menjaga warisan alamnya tetap lestari. Masyarakat Lombok berharap, keduanya bisa berjalan beriringan—agar generasi mendatang tetap bisa menikmati keindahan yang sama, bahkan lebih baik.
Seperti diketahui rencananya proses pembangunan Luxury Resort di kawasan Pantai Tanjung A’an kawasan The Mandalika Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) akan berlangsung selama tiga sampai lima tahun kedepan dan sebagai tahap awal, pihak investor terlebih dahulu akan membangun beach club dengan bangunan bergaya Jepang di area TTA03 kawasan The Mandalika. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan dan penyerahan Berita Acara Serah Terima lahan seluas 10 hektar dari Injouney Tourism Development Corporation (ITDC), yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., bersama Kepala Kejaksaaan Negeri (Kejari) Loteng, Ketua Komisi I DPRD Loteng Ahmad Syamsul Hadi, SH., Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya.
"Penyerahan BAST lahan ini menandai dimulainya proses investasi di kawasan Tanjung A’an,” pungkas Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka, kepada waratawan, Kamis (7/8). (JroBudi)