KABAR DAERAH
istimewa
Blora-Mediaindonesianews.com: Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti malam tasyakuran yang digelar oleh Wakil Bupati (Wabup) Blora, Hj. Sri Setyorini (akrab disapa Bude Rini), di rumah dinas barunya yang sarat sejarah di Jalan Pemuda No. 15A, Jumat malam (1/8). Tanpa kemegahan berlebihan atau protokoler kaku, acara ini justru menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kental, mempererat hubungan antara pejabat dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bude Rini mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan, seraya memohon doa agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Doakan kami tetap istiqomah, diberi kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas,” ucapnya tulus.
Tasyakuran ini dihadiri berbagai elemen penting di Kabupaten Blora, mulai dari jajaran pejabat Pemkab, Kapolres AKBP Wawan Andi Susanto, Sekda Komang Gede Irawadi, hingga mantan pejabat dan tokoh masyarakat. Mereka semua larut dalam suasana santai dan guyub, sembari menikmati sajian kuliner khas Blora seperti sate ayam, soto kletuk, dan opor ayam yang disajikan secara prasmanan.
Yang menarik, hiburan musik organ tunggal menjadi magnet tersendiri. Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi, bahkan turut menyumbangkan suara emasnya lewat lagu “Gereja Tua” dan “Widuri”, diikuti oleh sejumlah pejabat lain yang bergantian menghibur para tamu. Momen langka ini menjadi gambaran harmonisasi antarpemimpin daerah yang cair, ringan, namun tetap berwibawa.
Sekda Komang Gede Irawadi mengapresiasi suasana tasyakuran tersebut. “Ini acara sederhana tapi penuh makna. Tanpa jarak, penuh kekompakan, dan memberi semangat positif untuk kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya, menyebut suasana malam itu layaknya reuni yang menghangatkan. Hal senada juga diungkapkan HM Kusnanto, Ketua Bhakti Praja Blora, yang menilai acara ini sebagai representasi nilai luhur guyub rukun paseduluran sak lawase—persaudaraan sepanjang hayat.
Selain kekeluargaan yang terasa kental, rumah dinas yang kini ditempati Bude Rini juga menjadi perhatian para tamu. Bangunan bergaya klasik Eropa itu berdiri megah di atas lahan seluas 1.500 m², dengan arsitektur kokoh—dihiasi pilar Korintea dan Doria, pintu-pintu kayu jati ganda, hingga ornamen patung malaikat kecil di bagian atap. Rumah ini sempat difungsikan sebagai kantor perizinan, kantor Bappeda, hingga sempat disewa oleh perusahaan migas Grup Humpuss, sebelum akhirnya difungsikan kembali sebagai rumah dinas Wakil Bupati.
Tasyakuran ini bukan sekadar acara perayaan pribadi, melainkan menjadi cerminan gaya kepemimpinan Bude Rini yang hangat, inklusif, dan humanis. Dengan membangun kedekatan emosional bersama masyarakat dan rekan sejawat, Bude Rini menegaskan bahwa membangun daerah tak hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang membangun rasa memiliki dan kebersamaan. (andiZ)