KABAR DAERAH
Istimewa
Bangli-Mediaidonesianews.com: Komando Distrik Militer (Kodim) 1626/Bangli menghadiri kegiatan penyaluran bantuan beras dan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digelar serentak secara nasional melalui video conference (vidcon), bertempat di Kantor Kelurahan Kawan, Kecamatan/Kabupaten Bangli, Rabu (24/7),
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Dr. Wahyu Suparyono, A.K., MM., C.A., sebagai upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga beras di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis kepada warga penerima manfaat, serta disertai dengan penjualan beras SPHP dengan harga terjangkau.
Dandim 1626/Bangli, Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama, hadir bersama jajaran, antara lain Pgs. Kasdim 1626/Bangli Kapten Inf I Dewa Gede Yudawan dan Pasiterdim 1626/Bangli Kapten Inf Made Yudha. Hadir pula perwakilan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, Lurah Kawan I Nengah Budiarta, serta tim Bulog Kabupaten Bangli.
Dalam arahannya melalui sambungan vidcon, Dirut Bulog menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak, khususnya TNI dan Polri. Ia menegaskan, pemerintah telah menyetujui penyaluran bantuan sebanyak 1,3 juta ton beras yang akan didistribusikan secara merata melalui pemerintah daerah dan koperasi.
“Penyaluran ini merupakan stimulus ekonomi sesuai arahan Presiden. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjaga kesejahteraan petani dengan menstabilkan harga di pasar,” ujar Wahyu.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian beras kepada warga kurang mampu serta penjualan beras SPHP yang disambut antusias masyarakat. Warga mengaku terbantu dengan program tersebut di tengah kenaikan harga pangan dan tekanan ekonomi global.
Dandim Bangli menegaskan dukungan penuh TNI terhadap program pemerintah, termasuk dalam pengamanan dan distribusi bantuan pangan.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Program SPHP diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, dan melindungi petani serta konsumen dari gejolak pasar, khususnya menjelang hari besar dan musim paceklik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. (JroBudi)