MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

23 Juli 2025,    22:11 WIB

Danrem 163/Wira Satya Dorong Akselerasi Penanganan Sampah, RTLH, dan Ketahanan Pangan di Bangli


JroBudi

Danrem 163/Wira Satya Dorong Akselerasi Penanganan Sampah, RTLH, dan Ketahanan Pangan di Bangli

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan berbasis masyarakat di Kabupaten Bangli. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi strategis yang digelar di Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, melibatkan lintas instansi dan masyarakat setempat, Rabu (23/7)

Danrem 163/Wira Satya Dorong Akselerasi Penanganan Sampah, RTLH, dan Ketahanan Pangan di Bangli

Kegiatan yang dihadiri oleh para kepala desa se-Kecamatan Kintamani serta warga penerima manfaat ini menyoroti sejumlah agenda prioritas, antara lain penanganan sampah, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembentukan Koperasi Merah Putih, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hasil kerja sama Korem 163/WSA dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Brigjen TNI Hadisaputra menyatakan bahwa TNI, melalui peran Operasi Militer Selain Perang (OMSP), turut berperan aktif dalam penanganan isu-isu strategis nasional seperti ketahanan pangan, pengurangan stunting, hingga pengelolaan lingkungan.

“Presiden RI melalui Asta Cita telah menekankan pentingnya memantapkan pertahanan negara dan mendorong kemandirian dalam pangan, energi, serta pembangunan ekonomi hijau dan biru. TNI hadir untuk mengakselerasi program ini di tingkat desa,” ujarnya.

Danrem 163/Wira Satya Dorong Akselerasi Penanganan Sampah, RTLH, dan Ketahanan Pangan di Bangli

Dalam program RTLH, Danrem menyebut pihaknya akan menurunkan personel dari Korem 163/WSA, Kodim 1626/Bangli, dan Kodim 1616/Gianyar yang memiliki keahlian teknis untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.

“Ini bentuk kepedulian nyata TNI kepada masyarakat. Kami ingin program ini tepat sasaran, tepat waktu, dan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Dari sisi teknis, perwakilan Dinas PUPR Provinsi Bali, Ni Made Rai Swartini, menjelaskan program RTLH akan difokuskan di tiga desa: Serai, Mangani, dan Belancan. Desa Belancan menjadi lokasi pertama pelaksanaan karena telah memenuhi syarat administratif dan sosial.

Adapun mekanisme bantuan RTLH, 80% dialokasikan untuk pembelian material, dan 20% untuk biaya tenaga kerja. Program ini menyasar warga berpenghasilan di bawah UMK, sudah menikah, memiliki rumah satu-satunya yang tidak layak huni, serta belum pernah menerima bantuan sejenis dalam 10 tahun terakhir.

Kepala Desa Belancan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran langsung jajaran TNI. Ia berharap program ini dapat ditingkatkan dari segi cakupan dan besaran bantuan. Ia juga mengusulkan agar honorarium petugas pengolah sampah disesuaikan dengan UMR Kabupaten Bangli guna menarik minat tenaga kerja lokal.

Selain itu, Brigjen TNI Hadisaputra juga menekankan pentingnya pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai sarana penguatan ekonomi desa. Ia mengingatkan bahwa koperasi harus dikelola secara transparan dan profesional agar benar-benar memberi manfaat nyata.

Dalam program MBG, Danrem menyebut kegiatan ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi investasi kesehatan jangka panjang, terutama bagi anak-anak dan keluarga kurang mampu.

“Kami ingin memastikan anak-anak desa mendapat akses gizi seimbang. Ini bagian dari strategi menurunkan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi penerus bangsa,” katanya.

Menutup arahannya, Danrem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam menangani krisis lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. “Bali bisa menjadi contoh nasional jika seluruh pihak terlibat. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran kolektif adalah kunci,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran TNI sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Korem 163/Wira Satya mempertegas bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai solusi bagi permasalahan sosial-ekonomi yang dihadapi rakyat. (JroBudi)